Kesehatan
Makanan Saat Lebaran Idul Fitri yang Dapat Memicu Kolesterol Tinggi
Menjaga kadar kolesterol agar tetap normal salah satu caranya adalah dengan memilih jenis makanan.
POSBELITUNG.CO -- Saat lebaran Idul Fitri, banyak makanan tersaji untuk disantap.
Mulai bersantan, lemak, berminyak, dan makanan enak serta lezatnya.
Makanan itu dapat memicu terjadinya kolesterol.
Menjaga kadar kolesterol agar tetap normal salah satu caranya adalah dengan memilih jenis makanan.
Pakar Kesehatan, dr Saddam Ismail membagikan beberapa jenis makanan yang harus dihindari.
1. Kulit
Kulit adalah salah satu jenis makanan yang menjadi pantangan bagi penderita kolesterol tinggi.
Meskipun memiliki banyak penggemar lantaran rasanya yang lezat, namun ternyata kuli, baik kulit ayam, kulit bebek, ataukulit hewan lainnya dapat memicu meningkatnya kolesterol.
Bukan tanpa alasan, kadar lemak yang ada pada kulit jauh lebih tinggi dibandingkan dengan daging murni.
2. Makanan Tinggi Lemak Jenuh dan Lemak Trans
Makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dan juga dapat meningkatkan trigliserida di dalam tubuh.
Anda yang memiliki kolesterol tinggi hindari jenis-jenis makanan seperti kue-kue yang dipanggang, donat, cookies, pie, keripik kentang, keripik jagung, ayam goreng dan kentang goreng.
Selain itu, hindari pula margarin, mentega, creamer kopi, serta produk susu lainnya.
3. Udang
Seafood yang satu ini memang enak dan lezat, tapi ternyata menjadi salah satu makanan yang harus dihindari bagi penderita kolesterol tinggi.
Karena udang tinggi akan kandungan kolesterol dibandingkan dengan jenis makanan laut lainnya.
Jika Anda penggemar udang, sangat disarankan untuk membatasi mengonsumsi hidangan laut yang satu ini.
Atau Anda bisa menyeimbangkan udang dengan mengonsumsi sayur dan juga buah-buahan.
4. Makanan Cepat Saji
Makanan cepat saji tinggi akan kolesterol, selain itu dalam makanan cepat saji juga terdapat lemak trans, lemak jenuh, kalori, dan juga sangat tinggi garam.
Anda yang gemar mengonsumsi makanan cepat saji dapat memicu obesitas, gangguan jantung, dan juga tekanan darah tinggi.
Selain itu, terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji dapat memicu diabetes tipe 2 atau sakit gula darah.
Contoh makanan cepat saji yakni kentang goreng, pizza, ayam goreng, dan hamburger.
5. Makanan yang Digoreng
Tingginya gaya memasak yang tidak sehat senada dengan tingginya risiko yang ditimbulkan.
Meskipun jenis makanan Anda sehat, namun cara pengolahannya tidak sehat, maka hasilnya pun akan tidak sehat.
Makanan yang digoreng berpotensi untuk meningkatkan kalori dan lemak trans yang sangat tidak sehat untuk pembuluh darah dan juga kesehatan tubuh.
Dampak Kolesterol Tinggi
1. Stroke
Salah satu masalah yang dapat timbul akibat kadar kolesterol yang terus-menerus tinggi adalah stroke.
Stroke ini terjadi ketika otak mengalami gangguan suplai oksigen, suplai nutrisi, dan juga suplai darah.
Hal ini dipicu lantaran adanya sumbatan ataupun karena adanya pembuluh darah yang pecah, yang disebabkan karena tekanan darah tinggi.
2. Nyeri dada
Nyeri dada, khususnya dada sebelah kiri terjadi karena kadar kolesterol yang tinggi, kemudian adanya penyempitan pembuluh darah yang menyuplai otot jantung.
Otot jantung kemudian tidak mendapatkan suplai darah, oksigen dan nutrisi, akhirnya menimbulkan masalah keluhan nyeri.
Nyeri dada ini tidak dapat dianggap sepele, karena dapat memicu terjadinya serangan jantung.
3. Penyakit Jantung Koroner
Penyakit jantung koroner diakibatkan lantaran arteri koroner mengalami masalah karena adanya penumpukan plak.
Kondisi ini tentu mengganggu fungsi kerja jantung yang hendak memompa darah, sehingga tidak dapat bekerja secara normal.
4. Serangan Jantung
Salah satu faktor terjadinya serangan jantung adalah akibat kolesterol yang tinggi.
Kolesterol yang tinggi dapat mempengaruhi pembuluh darah jantung, yang akan menimbulkan plak sehingga menjadi menyempit dan mengganggu suplai darah.
Kondisi ini akan menyebabkan otot jantung tidak mendapatkan suplai oksigen dan nutrisi, sehingga akhirnya bisa terjadi serangan jantung.
5. Penyakit Arteri Karotis
Ketika kadar kolesterol yang tinggi, lama-kelamaan akan mempengaruhi pembuluh darah, termasuk arteri karotis.
Sehingga suplay darah ke otak, wajah, dan leher akan terganggu.
Hal ini juga lama-kelamaan dapat memicu terjadinya stroke.
6. Henti Jantung Mendadak
Saat jantung berhenti mendadak, tentu organ-organ vital tidak mendapatkan suplai darah, oksigen, dan nutrisi.
Henti jantung mendadak ini dapat terjadi jika seseorang mengalami kolesterol tinggi, kemudian menjadi penyakit jantung koroner, serangan jantung, hingga akhirnya henti jantung mendadak.
(Posbelitung.co)
| PCOS Tidak Menutup Peluang Hamil, Ini yang Perlu Diketahui |
|
|---|
| Transformasi Tubuh Ibu Hamil: Dampak Lonjakan Hormon dari Kepala hingga Kaki |
|
|---|
| Varian Covid-19 XFG Jadi Dominan di Indonesia, Kemenkes: Tetap Waspada meski Risiko Rendah |
|
|---|
| Jangan Anggap Remeh! Ini 10 Gejala Awal Penyakit Hati yang Jarang Disadari |
|
|---|
| 1 dari 8 Orang di Dunia Alami Gangguan Mental, Ini 10 Jenis yang Paling Umum |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/kolesterol-a.jpg)