Berita Belitung Timur

50 Anggota Pramuka Belitung Timur Ikut Diklat SAR, Siaga Hadapi Kondisi Darurat

Anggota Pramuka/SMA/SMK di Belitung Timur mengikuti diklat Penanggulangan Bencana dan SAR di Kantor Basarnas Beltim, Jumat (26/4/2024).

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Novita
IST/Dokumentasi Diskominfo Beltim
Anggota Pramuka/SMA/SMK di Belitung Timur mengikuti diklat Penanggulangan Bencana dan SAR di Kantor Basarnas Belitung, Jumat (26/4/2024). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Sebanyak 50 orang yang merupakan anggota pramuka/SMA/SMK di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Penanggulangan Bencana dan SAR di Kantor Basarnas Bellitung, Jumat (26/4/2024).

Dalam pelatihan yang berlangsung 3 hari (26-28 April 2024) ini, para peserta mempelajari, memahami dan melakukan tindakan antisipasi sebelum maupun saat terjadi bencana dengan cepat dan tepat.

“Meskipun kita tahu daerah kita tidak rawan terhadap bencana. Namun, kita tetap harus siaga mempersiapkan sumber daya yang handal dan tangguh agar sewaktu-waktu terjadi kondisi kedaruratan kita mampu menghadapinya,” kata Kepala Dinas Kepemudaan dan Olaharaga (Dispora) Kabupaten Beltim, Amrizal, saat dalam sambutannya sebagaimana dalam rilis Diskominfo Beltim, Jumat (26/4/2024).

Amrizal mengapresiasi kegiatan diklat penanggulangan bencana dan SAR, yang berguna untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan keahlian kepada peserta tentang potensi SAR agar dapat mendukung Operasi Pencarian dan Pertolongan.

“Diklat ini sangatlah positif dan saya mengapresiasi kegiatan ini karena bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman, kemampuan, dan keterampilan dalam upaya penanggulangan bencana,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Amrizal menyematkan tanda peserta dan memberikan piagam penghargaan kepada anggota satgas Pramuka atas partisipasi aktif pada operasi SAR.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (BPBD) Provinsi Babel, Mikron Antariksa, yang juga hadir menyampaikan, bahwa ilmu penangggulangan bencana sangat penting untuk menambahkan wawasan dan meningkatkan kemampuannya agar bisa siap siaga dalam kedaruratan bencana.

“Ilmu penanggulangan bencana yang kalian dapatkan sekarang akan bermanfaat di mana pun kalian berada dan sampai kapanpun. Apabila ada bencana, adek-adek bisa jadi pemimpin menyelamatkan orang dan menerapkan ilmu penanggulangan bencana yang didapat,” jelas Mikron.

(Posbelitung.co/Bryan Bimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved