TERUNGKAP Alasan Akun Instagram Wasit Shen Yin Hao Tak Ditemukan dan Daftar Akun Palsunya
Dia adalah wasit yang memimpin pertandingan Indonesia Vs Uzbekistan, Senin (29/4/2024) malam.
POSBELITUNG.CO - Netizen Indonesia tak menemukan akun Instagram Shen Yin Hao.
Dia adalah wasit yang memimpin pertandingan Indonesia Vs Uzbekistan, Senin (29/4/2024) malam.
Pecinta bola Indonesia menyebut, gara-gara Shen Yin Hao, Timnas U23 Indonesia gagal di semifinal.
Beberapa keputusannya dianggap kontroversi dan merugikan tim yang digawangi Rizky Ridho.
Lantaran hal itulah, supporter Indonesia berusaha mencari akun Instagram Shen Yin Hao.
Baca juga: Sosok Shen Yin Hao, yang Bikin Justin Hubner Bek Timnas Mengumpat Kesal, Kami Sial Karena Orang Ini
Ternyata, Shen Yin Hao tidak memiliki Instagram.
Akun-akun bernama Shen Yin Hao saat ini diduga kuat adalah palsu.
Pasalnya, di negara asalnya, China, tidak ada media sosial bernama Instagram.
Pemerintah di sana secara ketat mengatur dan melarang platform medsos dari negara Barat.
Baca juga: CARA Menonton Live Streaming Timnas U23 Indonesia Vs Irak, Prediksi Pemain, dan Link Streaming RCTI
Tidak hanya Instagram, tetapi Facebook, YouTube, dan Twitter.
Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, pelarangan itu mulai dilakukan pada 2014.
Saat itu, aktivis prodemokrasi di Hong Kong menyuarakan tentang aktivitas mereka di Instagram.
Sehingga pemerintah China melakukan pembatasan oleh sistem firewall internet di sana.
Hanya saja, ada yang menyebutkan Shen Yin Hao dapat mengakses Instagram melalui pihak ketiga yakni VPN.
Namun, tidak diketahui apakah dekan di Universitas Tongji, China itu memiliki Instagram.
Media asal Inggris, Independent.co mengungkap sejumlah platform yang diblokir Pemerintah China.
Di antaranya:
1. The BBC
2. Instagram
3. Gmail
4. Spotify
5. Wikipedia
6. WhatsApp
7. YouTube
8. Snapchat
9. Quora
10. Slack
Akun palsu Shen Yin Hao
Berikut deretan akun Instagram yang diduga palsu, mengatasnamakan Shen Yin Hao.
1. @shenyin.hao_
2. shenyinhao.official
3. __shen.yin.hao
4. __shen_yin_hao_
5. shen.yin.hao_
Umpatan bek Indonesia
Justin Hubner, bek Timnas U23 Indonesia kesal bukan kepalang pada wasit Shen Yin Hao.
Wasit asal China itu memimpin pertandingan Indonesia Vs Uzbekistan, Senin (29/4/2024) malam.
Pecinta bola Indonesia menilai, Shen Yin Hao adalah penyebab Indonesia kalah dari Uzbekistan.
Sementara Justin Hubner meluapkan emosinya dengan menyebutkan, "Kami sial karena orang ini."
Hal itu diungkap Justin di akun media sosialnya.
Sumpah serapah juga dialamatkan supporter Indonesia kepada Shen Yin Hao.
Inilah biodata singkat Shen Yin Hao, orang yang meninggalkan luka di hati pecinta bola Indonesia.
Nama lengkap: Yinhao Shen
Tanggal lahir/umur: 6 November 1986 (37)
Kewarganegaraan: Tiongkok
Klub: Shanghai FA
Akun Instagram : tak memiliki medsos
Karier wasit berusia 37 tahun itu terbilang cemerlang.
Dilansir dari Transfermarkt, Shen Yinhao telah mendapat lisensi wasit FIFA pada 2018.
Pada 2024, dia dipercaya menjadi wasit untuk pertandingan Nepal vs Yaman dan Palestina vs Bangladesh di Kualifikasi Piala Dunia Asia.
Pada pertandingan Nepal vs Yaman, Shen Yinhao mengeluarkan 3 kartu kuning.
Sementara pada pertandingan Palestina vs Banglades, ia mengeluarkan 2 kartu kuning.
Sepanjang 2023-2024, Shen Yinhao telah ditunjuk menjadi wasit untuk Piala AFC, Liga Super China, dan Piala Asia U23 2024.
Di perhelatan Piala Asia U23 2024, wasit asal China itu memimpin pertandingan antara Thailand dan Arab Saudi.
Dia mengeluarkan 4 kartu kuning selama pertandingan yang digelar pada 19 April 2024 itu.
Kontoversi Shen Yin Hao
Nama Shen Yin Hao cukup kontroversial karena sempat memberikan penilaian ganjil saat Sea Games 2023.
1. Beri keputusan ganjil
Dikutip dari Kompas.com (9/5/2023), saat Garuda Muda bertanding melawan Kamboja di SEA Games 2023 yang berlangsung di Stadion Olimpiade Nasional, Phnom Penh, pada Rabu (10/5/2023), Shen Yinhao memberikan penilaian ganjil.
Paling fatal, Shen Yinhao menjatuhkan hukuman pinalti timnas U22 Indonesia lantaran menilai Muhammad Ferarri melanggar pemain Kamboja.
Padahal, dalam tayangan ulang di televisi, pelanggaran yang dilakukan Ferarri terjadi di luar kotak pinalti.
Beruntung, tendangan Lim Pisoth sebagai eksekutor Kamboja berhasil ditangkis oleh Kiper Timnas U-22 Indonesia, Adi Satryo.
Sayangnya, setelah Adi menghalau bola dan berusaha menggapai bola rebound, dia justru diterjang oleh pemain Kamboja hingga mengerang kesakitan.
Momen inilah yang membuat Adi cedera dan memantik keributan antara kedua tim. Komang Teguh Trisnanda sempat terlihat emosi karena aksi pelanggaran pemain Kamboja yang membahayakan Adi Satrio.
2. Tak adil
Pada bulan Agustus 2020, timbul kontroversi di laga antara Beijing Guoan dan Shandong Luneng.
Kontroversi itu berkaitan dengan keputusan Shen Yinhao yang menjadi pengadil di pertandingan Chinese Super League itu.
Kontroversi signifikan terjadi ketika gol kedua Luneng dianulir, sehingga Guoan bisa menyingkirkan Luneng dengan agregat 4-3.
Hasil tersebut membuat kesal fans Luneng dan banyak pemain yang mengungkapkan kemarahannya kepada wasit di media sosial.
Hao Junmin, kapten Luneng, memposting: “Tidak ada prinsip, tidak ada keadilan, tidak ada kemampuan, tidak ada keuntungan” di Weibo-nya.
Róger Guedes, pemain Luneng asal Brazil, mengatakan “sayangnya ini bukan sepak bola” di Instagram story-nya.
Pemain Brasil lainnya, Moisés Lima Magalhães, juga mengirimkan kata “Malu” dalam bahasa Portugis di Instagram-nya.
Selain para atlet, para penggemar yang kesal membanjiri berbagai platform bertema sepak bola untuk meninggalkan komentar bahwa “seruan buruk telah, sedang, dan akan terus menghancurkan sepak bola Tiongkok.”
Kemarahan dari pihak Luneng sudah menumpuk sejak beberapa waktu lalu.
Pada fase pertama antara Shandong Luneng dan Beijing Guoan, wasit Shen Yinhao memberikan penalti kepada Beijing Guoan dan kemudian membiarkan gol penyama kedudukan Beijing tetap berlaku, yang membuat Luneng kehilangan keunggulannya.
Pada kedua kesempatan tersebut, pemain Luneng mempertanyakan keputusan Shen dan memintanya untuk memeriksa video tersebut tetapi Shen mengabaikan permintaan mereka.
Pertandingan akhirnya berakhir dengan skor 2-2 dan Luneng yakin mereka akan menang jika mendapat perlakuan adil.
3. Diduga terlibat plagiarisasi akademik
Setelah Shen Yinhao dianggap tidak adil, penggemar fans Luneng pun tetap tidak puas setelah pihak klub sendiri menulis surat kepada Asosiasi Sepak Bola China untuk menyampaikan keluhannya.
Mereka memeriksa makalah Shen yang diterbitkan dan menemukan bahwa makalahnya Penelitian tentang Penyebab dan Penanggulangan Tekanan Psikologis Wasit Sepak Bola Mahasiswa.
Makalah itu diterbitkan di Journal Sports Fashion, dicurigai menjiplak penelitian Wasit Sepak Bola Universitas Lu Yunfei tentang Penyebab dan Penanggulangan Demam Panggung.
Penelitian itu diterbitkan lima tahun sebelumnya. Penggemar Luneng mengklaim bahwa isi makalah Shen hampir sama dengan karya Lu dan Shen hanya melakukan beberapa modifikasi pada urutan paragraf.
Terlebih lagi, tesis master Shen juga diduga melakukan plagiarisme.
Sebagai anggota fakultas di Departemen Pendidikan Jasmani Universitas Tongji, Shen segera meninggalkan pekerjaan wasitnya dan kembali ke Shanghai untuk membela tuduhan plagiarisme. Kasus ini masih dalam penyelidikan.
Jika Shen terbukti bersalah, gelar dan jabatan pengajarnya akan dicabut dan dia mungkin menerima hukuman lebih lanjut dari Asosiasi Sepak Bola Tiongkok yang mungkin mengancam kualifikasinya sebagai wasit yang terdaftar di FIFA.
Setelah Shen dilaporkan, asosiasi memutuskan untuk mengundang wasit asing untuk putaran kedua dan Kim Hee Gon, wasit internasional Korea.
Pertandingan berjalan mulus di 70 menit pertama dengan masing-masing tim masing-masing mencetak satu gol, namun di menit ke-69, ketika Guedes kembali mencetak gol, membuat Luneng unggul, kontroversi semakin bertambah.
Setelah melihat VAR, Kim menyapu bersih gol tersebut karena wasit memutuskan bahwa Guedes melakukan pelanggaran dalam penumpukan tersebut.
Sementara para pemain Luneng marah atas keputusan Kim, Beijing kembali mencetak gol hanya dua menit kemudian.
Namun, Renato Augusto yang memberikan assist pada gol tersebut diduga melakukan handball.
Di 30 menit terakhir pertandingan, Luneng menyerang dengan agresif, namun keberuntungan tidak berpihak pada mereka dan mereka harus menerima kenyataan bahwa mereka tersingkir dari semifinal Liga Super Tiongkok.
Posbelitung.co
Pernikahan Unik Pasangan Tunawicara Beda Negara, Sosok Pria dari China Ahli IT di Amerika |
![]() |
---|
VIDEO: Bupati Djoni Sebut Amerika, Eropa hingga China Tertarik Buka Rute ke Belitung |
![]() |
---|
Eropa Hingga China Tertarik Buka Rute ke Belitung, Djoni Alamsyah: Pengin Hub di Singapura |
![]() |
---|
Gubernur Hidayat Arsani Jadwalkan ke China, Realisasi Pabrik Kelapa di Bangka Belitung |
![]() |
---|
Mengejutkan, Belut Hidup Berada di Perut Pria China, Masuk Lewat Jalur Ini |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.