Biodata

BIODATA Ir Basuki Tjahaja Purnama Alias Ahok

Ahok merupakan mantan Gubernur DKI Jakarta, yang tersandung kasus penistaan agama.

Tayang:
Editor: Alza
Youtube Kuy Entertainment
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. 

POSBELITUNG.CO -- Beredar informasi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan diduetkan dengan Anies Baswedan di Pilkada DKI Jakarta 2024.

PDI Perjuangan membuka peluang mantan Komisaris Utama PT Pertamina itu bersanding dengan pihak manapun, termasuk Anies Baswedan.

Ahok merupakan mantan Gubernur DKI Jakarta, yang tersandung kasus penistaan agama.

Dia divonis bersalah dan dihukum penjara dua tahun, Selasa (9/5/2017).

Masuk penjara tak membuat nama Ahok redup, justru makin bersinar.

Tahun lalu, survei Indikator Politik Indonesia menyebut Ahok sebagai pilihan jika Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta dilakukan, saat itu juga.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi saat merilis hasil survei mereka, Kamis (11/5/2023).

“Basuki Tjahaya Purnama sebanyak 12,6 presen, kemudian 7,4 persen menyebut Ridwan Kamil, 6,2 persen menyebut Sandiaga Uno, 6 persen menyebut Anies Baswedan,” katanya.

Selanjutnya, berturut-turut responden menyebut nama Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono sebanyak 4,4 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 3,7 persen,  Ahmad Sahroni 3,5 persen, Gibran Rakabuming Raka 3,1 persen, Ahmad Riza Patria 2,2 persen, dan nama lain ada di bawah satu persen.

Nama Ahok juga sempat mencuat usai disapa Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dalam Acara HUT ke-49 PDI-P pada Januari 2022 lalu.

Tak tanggung-tanggung, Megawati menyapa Ahok pada sebutan sahabat.

"Terus ada sahabat saya Pak Ahok atau yang berkenan Basuki Tjahaja Purnama," kata Megawati saat menyapa Ahok ketika itu.

Ahok pun membuat publik bertanya-tanya apakah PDI-P akan kembali mencalonkan mantan Gubernur DKI itu untuk berkontestasi pada Pilkada DKI 2024?

Profil Basuki Tjahaja Purnama

Dikutip pada Laman Wikipedia Ir Basuki Tjahaja Purnama, MM lahir 29 Juni 1966.

Ia lebih dikenal pada panggilan Hakka Ahok atau inisial BTP.

Ahok merupakan pengusaha dan politikus keturunan Tionghoa-Indonesia yang menjabat Komisaris Utama PT Pertamina sejak 25 November 2019 hingga Jumat (2/2/2024).

Di dunia politik, ia tergabung dalam Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang terdaftar sebagai anggota sejak 8 Februari 2019.

Ahok memulai karier politiknya setelah bergabung pada Partai Perhimpunan Indonesia Baru pada 2003.

Lalu mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan berhasil memenangkan kursi.

Pada Pilkada Belitung Timur 2005, ia diusung sebagai calon Bupati Belitung Timur didampingi oleh Khairul Effendi dan berhasil memenangkan pemilihan, perolehan suara 37,13 persen.

Karier politiknya cukup gemilang hingga kemudian maju sebagai calon Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dalam dukungan penuh dari mantan Presiden Indonesia Abdurrahman Wahid.

Namun, sayangnya ia kalah telak oleh Pasangan Calon Eko Maulana Ali–Syamsuddin Basari.

Partai Golongan Karya (Golkar) menjadi wadah politik baru bagi Basuki untuk mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk daerah pemilihan Kepulauan Bangka Belitung pada Pemilu Legislatif 2009.

Alhasil, ia memperoleh 119,232 suara, sehingga dapat menduduki kursi legislatif dan duduk sebagai Anggota Komisi II.

Pada Pilgub DKI Jakarta 2012, ia digandeng oleh Joko Widodo (Wali Kota Surakarta) untuk menjadi calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Ketika pencalonannya, ia berpindah partai ke Partai Gerindra.

Tak disangka-sangka, perjuangannya tersebut membuahkan hasil dapat presentase 53,82 persen suara dan dilantik secara resmi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 15 Oktober 2012.

Pada 1 Juni 2014, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengambil cuti panjang untuk menjadi calon presiden dalam Pemilu Presiden 2014, maka Basuki resmi diangkat menjadi Pelaksana Tugas Gubernur.

Setelah terpilih dalam Pemilu Presiden 2014, Joko Widodo resmi mengundurkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 16 Oktober 2014.

Secara otomatis, Ahok menjadi Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta.

Latar Belakang dan Keluarga

Ahok adalah putra pertama Pasangan Alm Indra Tjahaja Purnama (Tjoeng Kiem Nam) dan Buniarti Ningsih (Boen Nen Tjauw).

Ia lahir di Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Tanggal 29 Juni 1966.

Ia memiliki empat orang adik, yaitu Basuri Tjahaja Purnama (dokter PNS dan mantan Bupati di Kabupaten Belitung Timur), Fifi Lety Indra (praktisi hukum), Harry Basuki (praktisi dan konsultan bidang pariwisata dan perhotelan) dan Basu Panca Fransetio yang meninggal dunia di usia remaja.

Keluarganya adalah keturunan Tionghoa-Indonesia asal Suku Hakka (Kejia).

Masa kecil Basuki lebih banyak dihabiskan di Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, hingga selesai menamatkan pendidikan sekolah menengah tingkat pertama.

Setamat dari sekolah menengah pertama, ia melanjutkan sekolahnya di Jakarta.

Di Jakarta, Basuki menimba ilmu di Universitas Trisakti Jurusan Teknik Geologi di Fakultas Teknik Mineral.

Selama menempuh pendidikan di Jakarta, Ahok diurus oleh seorang wanita Bugis beragama Islam yang bernama Misribu Andi Baso Amier binti Acca.

Setelah lulus mendapat gelar Insinyur Geologi, Ahok kembali ke Belitung dan mendirikan CV Panda yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan PT Timah pada Tahun 1989.

Ahok menikah dengan Veronica Tan, kelahiran Medan, Sumatera Utara dan dikaruniai tiga orang putra-putri bernama Nicholas Sean Purnama, Nathania Berniece Zhong, dan Daud Albeenner Purnama.

Ahok lalu menceraikannya Veronica pada Tahun 2018, ia mendapatkan hak asuh anak kedua dan ketiga.

Pasca bercerai dengan Veronica, Basuki menikah dengan mantan ajudan Veronica Tan, yakni Puput Nastiti Devi pada 25 Januari 2019.

Pasangan ini dikaruniai seorang putra bernama Yosafat Abimanyu Purnama yang lahir pada Tanggal 6 Januari 2020.

Nama panggilan "Ahok" berasal dari ayahnya Mendiang Indra Tjahaja Purnama.

Sang ayah ingin Basuki menjadi seseorang yang sukses dan memberikan panggilan khusus baginya, yakni "Banhok".

Kata "Ban" sendiri berarti puluhan ribu, sementara "Hok" memiliki arti belajar.

Bila digabungkan, keduanya bermakna "belajar di segala bidang. Lama kelamaan, panggilan Banhok berubah menjadi Ahok. (Posbelitung.co/Tribunnews.com/Wikipedia)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved