Berita Pangkalpinang

Belanja Pemerintah Pusat Dukung Perekonomian Bangka Belitung

Kondisi perekonomian di Bangka Belitung pada April 2024 cukup baik dengan indikator inflasi secara (y-y) 1,93 persen dan (m-m) sebesar 0,54 persen.

|
Penulis: Rusaidah | Editor: Novita
Bangka Pos/Sela Agustika
Kepala Perwakilan Kemenkeu Bangka Belitung sekaligus Kepala Kanwil DJPb Babel Edih Mulyadi. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Berdasarkan data rilis APBN, secara keseluruhan kondisi perekonomian di Bangka Belitung di bulan April 2024 cukup baik dengan indikator inflasi secara (y-y) 1,93 persen dan (m-m) sebesar 0,54 persen.

Kepala Perwakilan Kemenkeu Bangka Belitung sekaligus Kepala Kanwil DJPb Babel Edih Mulyadi menyampaikan, dukungan pertumbuhan ekonomi ini terjadi di berbagai sektor seperti PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) dan belanja pemerintah pusat.

"Di sektor ril secara keseluruhan dalam kondisi normal dengan pertumbuhan tertinggi ada di sektor konsumsi pemerintah dan didukung pertumbuhan lainnya di sektor konsumsi LNRT, konsumsi pertanian, pengadaan listrik dan gas," ujar Edih saat press conference APBN secara daring, Jumat (31/5/2024).

Dia menyebut, ada beberapa risiko yang menjadi kendala saat ini.

Seperti risiko fluktuasi harga komoditas dunia atas timah dan kelapa sawit yang menjadi sektor andalan di Babel, risiko peningkatan tensi geopolitik yang memengaruhi arus perdagangan, risiko kenaikan harga komoditas bahan makanan menjelang hari besar keagamaan serta hambatan dalam percepatan realisasi belanja yang mempengaruhi efektivitas penyerapan anggaran.

Sepanjang April 2024, tercatat pendapatan negara sudah mencapai 28,24 persen dari target atau sebesar Rp1,05 triliun dengan kontributor terbesar di sektor perpajakan Rp960,59 miliar dan sektor PNBP Rp92,72 milar.

Belanja negara sudah terealisasi di angka Rp3,16 triliun atau terjadi peningkatan dibanding tahun lalu.

Sementara itu, kondisi ekspor dan impor di Bangka Belitung secara year to year (y-y) atau secara tahunan dan month to month (m-m) hingga April 2024 tercatat masih mengalami kontraksi.

(Posbelitung.co/t3)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved