KRI Dewaruci ke Belitung Timur

Hari Ini KRI Dewaruci Tinggalkan Belitung Timur Menuju Dumai, Diiringi Konvoi Perahu Kater

Delegasi Muhibah Budaya Jalur Rempah (MBJR) 2024 meninggalkan Belitung Timur pada Rabu (12/6/2024), untuk selanjutnya menuju Dumai, Riau.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Novita
Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra
Konvoi perahu kater melepas pelayaran MBJR 2024 bersama KRI Dewaruci dari Pelabuhan Tanjung Keluang, Belitung Timur, menuju Dumai, Riau, Rabu (12/6/2024). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Delegasi Muhibah Budaya Jalur Rempah (MBJR) 2024 meninggalkan Belitung Timur pada Rabu (12/6/2024), untuk selanjutnya melanjutkan pelayaran menggunakan KRI Dewaruci menuju Dumai, Riau.

Keberangkatan para Laskar Rempah, sebutan bagi peserta MBJR 2024) itu dilepas dengan penampilan seni tari, marching band hingga atraksi barongsai.

Sejak kedatangan pada Minggu (9/6/2024) lalu, beragam aktivitas dilakukan oleh para Laskar Rempah. Mulai dari mengunjungi situs-situs bersejarah, melihat berbagai kearifan lokal masyarakat dan sebagainya.

Masyarakat hingga pejabat daerah Belitung Timur turut mengantar kepergian peserta MBJR 2024 dari pinggir dermaga Pelabuhan Tanjung Keluang.

Tak hanya itu, puluhan kater, sebutan untuk perahu nelayan setempat, juga datang berbaris dan konvoi mengiringi dimulainya pelayaran KRI Dewaruci.

Lambaian tangan dari para nelayan di perahu maupun para masyarakat yang ada di dermaga pelan-pelan melepas keberangkatan kapal legendaris tersebut.

Komandan KRI Dewaruci, Letkol Laut (P) Rhony Lutviadhany mengaku sangat senang karena bisa menikmati keindahan Belitung Timur selama lebih dari 3 hari ini.

"Selanjutnya kita akan berlayar ke Dumai sepanjang 558 mil laut yang akan memakan waktu selama empat hari, semoga cuaca selalu mendukung," kata Letkol Laut Rhony.

Dirinya juga turut berterima kasih atas sambutan yang luar biasa dari Pemerintah Kabupaten Belitung Timur dan pihak-pihak lainnya yang telah menyambut dengan baik KRI Dewaruci dan peserta MBJR 2024.

"Kami seluruh prajurit KRI Dewaruci dan seluruh peserta MBJR 2024 dengan ini mohon pamit undur diri," ucapnya.

Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Kemendikbudristek, Irini Dewi Wanti mengatakan, MBJR adalah upaya Indonesia untuk mengajukan jalur rempah sebagai warisan budaya dunia kepada Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) yang ditargetkan bisa didapat pada 2024.

"Penelitian dan narasi jalur rempah di Belitung Timur masih harus banyak kita lakukan, para periset, peneliti, akademisi perlu menguatkannya untuk kita mengajukan status Warisan Budaya Dunia ke Unesco," kata Irini.

Bupati Belitung Timur, Burhanudin mengakui tidak mudah untuk membangkitkan masa kejayaan rempah di Belitung Timur, masih banyak peninggalan Belitung yang belum tergali dan terkumpul.

Upaya pengusulan ke UNESCO ini erkaitan dengan masa depan dan identitas Pulau Belitung.

"Sehingga orang tidak hanya mengenal kami karena tambang timah tetapi juga dengan sejarah dan kebudayaannya," ucap Burhanudin.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved