Timah

Industri Timah Belitung Timur Padam

Harli Agusta mengatakan, PT MCM mulai tidak beroperasi lagi sejak Februari tahun 2024 karena adanya proses hukum perkara korupsi

Penulis: Sepri Sumartono | Editor: Teddy Malaka
NET
Ilustrasi pekerja beraktivitas di smelter 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Industri pertimahan di Kabupaten Belitung Timur saat ini diketahui sedang tidak aktif. Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Belitung Timur mencatat setidaknya ada tiga pabrik.

Tiga pabrik tersebut di antaranya, PT Menara Cipta Mulia (MCM), PT Babel Inti Perkasa (BIP) dan PT Tomy Utama.

Ketiga perusahaan industri timah tersebut merupakan pabrik yang melakukan aktivitas peleburan biji timah.

"MCM, Tomy Utama dan BIP berbentuk pabrik smelter timah, karena kondisi pertimahan seperti ini mungkin kegiatannya sedang vakum," kata Harli Agusta, Kamis (25/7/2024).

Harli Agusta mengatakan, PT MCM mulai tidak beroperasi lagi sejak Februari tahun 2024 karena adanya proses hukum perkara korupsi yang sedang dilakukan Kejagung RI.

Sementara itu PT BIP dan PT Tomy Utama mulai tidak beroperasi lagi sejak tahun 2022 karena masalah belum memenuhi kelengkapan dokumen berupa rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB).

Di samping industri pertimahan yang sedang mengalami kondisi tersebut, Kabupaten Belitung Timur memerlukan sektor industri lain guna mendongkrak perekonomian.

"Saat ini industri yang dibutuhkan oleh Belitung Timur itu, perkebunan dan hasil pertambangan non logam, terutama untuk hilirisasi pasir silika," katanya. (Posbelitung.co/Sepri Sumartono)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved