Berita Bangka Belitung

Pertumbuhan Ekonomi Babel Triwulan II 2024 Terendah di Sumatera

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Babel menduduki posisi terendah di Pulau Sumatera

Penulis: Sela Agustika | Editor: Kamri
Bangkapos.com/Sela Agustika
Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel, Toto Haryanto saat menyampaikan rilis Berita Resmi Statistis Pertumbuhan Ekonomi, Senin (5/8/2024). 

POSBELITUNG.CO - Badan Pusat Statistik (BPS) Bangka Belitung melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Provinsi Babel menduduki posisi terendah di Pulau Sumatera dan Indonesia pada kuartal kedua tahun 2024.

Ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung triwulan II-2024 terhadap triwulan II-2023 (y-on-y) tumbuh sebesar 1,03 persen, melambat dibandingkan capaian triwulan II-2023 yang tumbuh sebesar 5,13 persen.

Penurunan ini terutama disebabkan oleh melemahnya kegiatan ekspor timah saat ini dan beberapa sektor lainnya yang ikut melemah.

“Seperti kita ketahui pertumbuhan ekonomi kita 1,03 persen terendah, dimana range rata-rata pertumbuhan ekonomi lainnya 4 hingga 5 persen.

Dan pada triwulan I hanya tumbuh 1,01 persen atau saat ini hanya naik 0,02 persen,” ungkap Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel, Toto Haryanto usai rilis Berita Resmi Statistis Pertumbuhan Ekonomi, Senin (5/8/2024).

Baca juga: OJK Soroti Dampak Kasus Korupsi Timah, Sektor Ini Bisa Jadi Solusi Agar Ekonomi Babel Menjadi Pulih

Berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung mencapai Rp27,06 triliun dan PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 mencapai Rp15,35 triliun.

Toto menjelaskan tumbuhnya ekonomi Babel ini didukung dengan pertumbuhan positif pada beberapa sektor khususnya pada lapangan usaha jasa pendidikan, jasa perusahaan, serta Informasi dan komunikasi.

“Jasa pendidikan ini memang pertumbuhan ekonomi tertinggi pada triwulan II sebesar 17,96 persen.

Hal ini Bertepatan dengan pencairan THR dan masuk sekolah sehingga pengeluaran di sektor pendidikan ini banyak dan pertumbuhan ekonominya di pendidikan ini bagus,” ujarnya.

Toto menyebut, rendahnya pertumbuhan ekonomi Babel saat ini menjadi warning (perhatian -red) bersama.

Untuk itu dia mengajak agar semua lintas sektor untuk saling bersinergi meningkatkan ekonomi ke depannya.

“Ekspor timah kita saat ini sudah mulai bergerak. Selain ekspor timah yang menjadi penomoang, di sektor lainnya mari bersama-sama kita kuatkan baik dari sektor pemerintahan, swasta dan lainnnya.

Mari bersama bersinergi kuatkan ekonomi Babel, masih ada Triwulan 3 dan 4.

Yang sudah kuat mari kita jaga dan yang belum kita tingkatkan,” ucapnya.

(Bangkapos.com/Sela Agustika)

 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved