UMKM Belitung Timur
Kisah Triana Putri Merintis Batik Kater Khas Belitung, Tersedia Motif Eksklusif dan Limited Edition
Triana, dengan senyum hangatnya, tengah sibuk mengecap kain batik dengan motif daun buah sukun saat tim Pos Belitung tiba.
Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Teddy Malaka
POSBELITUNG.CO - Di sudut tenang Desa Baru, Kecamatan Manggar, Belitung Timur, terdapat sebuah studio kecil yang dipenuhi oleh keindahan warna dan motif khas Nusantara.
Studio itu milik Triana Putri, seorang pengusaha batik yang telah mengabdikan dirinya pada seni batik sejak 2010.
Kain-kain batik dengan motif yang unik dan penuh makna tergantung di sekeliling ruangan, menyambut setiap pengunjung yang datang.
Triana, dengan senyum hangatnya, tengah sibuk mengecap kain batik dengan motif daun buah sukun saat tim Pos Belitung tiba.
"Mari, silakan masuk!" sapanya ramah. Meski hanya berlokasi di teras rumah yang diubah menjadi studio, tempat ini menjadi saksi bisu dari semangat dan dedikasi seorang perempuan yang bertekad melestarikan warisan budaya leluhurnya.
Berawal dari sebuah pelatihan membatik, Triana menemukan bakat dan kecintaannya pada seni ini. Ia memutuskan untuk mendirikan usaha Batik Kater, yang kini dikenal sebagai salah satu UMKM batik unggulan di daerahnya.
Selama hampir 14 tahun, Triana terus mengembangkan keterampilannya, menciptakan motif-motif batik yang khas dengan sentuhan lokal Belitung Timur.
Salah satu karya yang paling mencuri perhatian adalah kain batik berukuran 2,3 meter dengan dominasi warna biru yang menggambarkan keindahan pantai.
Kombinasi warna biru langit, biru laut, dan kuning, serta motif perahu kater dan cumi, menghadirkan kesan yang begitu memikat. Batik ini, seperti yang Triana jelaskan, adalah manifestasi dari lingkungan dan kehidupan sehari-hari di Belitung Timur.
"Motif unggulan kami adalah semua yang khas Belitung Timur, seperti perahu kater, pohon sukun, hingga pelilean alias tarsius. Karena kita lokasinya dekat pantai, jadi juga harus menonjolkan potensi tersebut dan dijadikan motif batik," ungkap Triana.
Dalam proses kreatifnya, Triana selalu berusaha menghadirkan motif-motif yang eksklusif dan limited edition.
Setiap kain batik yang dihasilkan bukan hanya selembar kain, tetapi juga sebuah cerita yang terinspirasi dari apa yang dilihat dan dialami sehari-hari.
Selain batik cap, Batik Kater juga menawarkan batik tulis, yang meski harganya lebih tinggi, tetap diminati karena keunikannya.
Namun, perjalanan membangun Batik Kater bukan tanpa tantangan. Salah satu kendala terbesar yang dihadapi Triana adalah pemasaran produknya.
Meski demikian, ia tetap optimis bahwa dengan kerja keras, keberhasilan akan datang.