Berita Belitung
5 Bulan Jadi Pj Bupati Belitung, Mikron Antariksa Kejar Target Pelayanan Dasar dan Kinerja OPD
Apa yang menjadi fokus Pj Bupati Belitung Mikron Antariksa dalam pembangunan Belitung dalam waktu dekat?
Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Kamri
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Mikron Antariksa resmi menjabat sebagai Penjabat (Pj) Bupati Belitung usai dilantik oleh Pj Gubernur Bangka Belitung Safrizal ZA pada Minggu (11/8/2024) lalu.
Bakal menduduki jabatan sebagai orang nomor satu di Belitung dalam lima bulan Mikron pun memiliki sejumlah target-target.
Beragam rencana pun dipersiapkannya dalam mengomandoi pemerintahan dalam kurun waktu yang terbatas.
Lalu bagaimana strateginya dalam menjalankan pemerintahan?
Apa yang menjadi fokus Mikron Antariksa dalam pembangunan Belitung dalam waktu dekat?
Bagaimana pula ia menjawab isu-isu terkini terkait ekonomi, pariwisata, hingga pelayanan dasar di Kabupaten Belitung?
Berikut wawancara eksklusif Mikron Antariksa dalam Dialog Ruang Kita Pos Belitung yang tayang di laman YouTube dan Facebook Pos Belitung bertajuk 'Lima Bulan Pj Belitung, Mikron Antariksa Bisa Apa Saja?', Senin (19/8/2024).
Menjabat sebagai Pj Bupati Belitung. Pertama dipanggil saat SK-nya keluar, apakah sudah menyangka?
Saya tidak menyangka. Kebetulan seminggu sebelumnya, 5 Agustus 2024 saya juga pernah ke sini (Belitung), tapi tidak ada berita tentang Pj Bupati. Setelah satu minggu, 9 Agustus, saya sempat dihubungi Pak Gubernur untuk bersiap-siap. Siap-siap apa nih pak? Saya juga sempat bingung, karena ada mutasi juga. Rupanya ditunjuk jadi Pj Bupati Belitung. Hari Jumat saya belum dapat kabar juga, tiba-tiba Sabtu saya dapat undangan dari Biro Pemerintahan yang sudah menyebar ke masyarakat. Akhirnya, cari baju pun susah, alhamdulillah 11 Agustus dapat dan langsung pelantikan. Walaupun kata teman-teman sepatu saya kebesaran. Harusnya 43, mungkin itu 44 sepatunya.
Bagaimana perasaannya ketika menjadi Pj Bupati Belitung?
Pertama memikul tanggung jawab. Kedua menghitung waktu yang hanya lima bulan, apa hal yang harus dikerjakan selama lima bulan? Kita saja pembangunan ada Pelita zaman dulunya sampai 25 tahun, hanya lima bulan apa yang bisa kita perbuat. Tapi itu semua dengan bismillah kita coba yakinkan dengan pemerintah Kabupaten Belitung yang kami pikir baik dari segi anggaran, kebijakan, dan Belitung yang fokus pada pariwisatanya. Mereka kompak memajukan pariwisata di Kabupaten Belitung. Kami pikir dengan dukungan hal-hal tersebut, saya mengatakan bismillah saya akan jalankan lima bulan ini dengan terbaik untuk menjadi Pj Bupati Belitung. Selain mengerjakan tugas-tugas pokok yang digariskan oleh pemerintah pusat Kemendagri maupun Pj Gubernur.
Apakah sempat bingung ketika harus melangkah hari pertama bertugas sebagai Pj Bupati Belitung?
Kebetulan saya gak bingung, karena melangkah hari pertama peringatan 17 Agustus. Sudah teragendakan dari upacara sebagai Inspektur Upacara. Kesibukan terjadi sekitar setelah 17-an karena pas saya dilantik langsung diundang di IKN untuk menghadiri penjelasan Pak Jokowi terhadap IKN. Pulang ke sini langsung meresmikan Paskibraka, lalu 17 Agustus, dan acara Hari Pramuka. Tapi selama 17-an saya juga mencari informasi dan masukan dari komponen masyarakat apa saja yang harus dipercepat di wilayah Kabupaten Belitung.
Lalu berbicara soal percepatan, apa yang akan menjadi fokus dikerjakan? Mengingat waktu lima bulan ini pendek sekali.
Pertama yang saya lakukan, saya memberikan penghargaan kepada masyarakat yang berjasa, waktu saya datang memberikan itu. Kami memberikan penghargaan kepada per orangan yang memberikan jasa bagi Kabupaten Belitung, seperti Pak Sanem, Pak Isyak, Pak Mukti, Pak Ansori, dan Pak Hendra Caya yang sudah enam tahun menjadi sekretaris daerah. Dari mereka kami mencari tahu seperti apa permasalahan-permasalahan di Kabupaten Belitung. Kalau pekerjaan seperti stunting, inflasi, kemiskinan ekstrem, itu sebagian besar sudah terprogram. Cuman saya memiliki target, mengoptimalkan juga tim-tim yang sudah mereka bentuk, artinya ada tim lebah, Besadu, dan lainnya agar optimal serta menjurus pada pelayanan masyarakat.
Baca juga: Pj Bupati Belitung Minta Kadin Berperan Genjot Pariwisata Belitung
Kalau dari sisi pariwisata, bukan perkara lama, tapi cepat, ini pun sudah hampir dua minggu. Lima bulan itu 20 minggu saya akan berada di Belitung. Untuk pariwisata memang yang paling tampak di Tanjungpendam. Kalau wajah kota yang nampak benar di Tanjungpendam. Setiap sore pasti ramai orang melihat matahari terbenam, di sana masjid terlihat kusam, kurang bersih, dan kurang tertata. Di pinggir itu ada teman-teman tapi menutup pandangan. Mungkin nanti akan kami coba diskusikan dengan dinas pariwisata dan pengelola, mungkin dengan menempatkan tempat duduk di sisi pantai agar masyarakat bisa duduk menyaksikan matahari terbenam. Kalau sekarang saya melihat, masyarakat tidak turun dari motor menyaksikan, berdesak-desakan. Tapi kalau teratur, di situ juga ada retribusi juga, disediakan parkir, parkir saja masyarakat di situ, ke lokasinya bisa berjalan dan menyaksikan dengan lebih indah dan tertib. Di samping itu, juga ada budaya seni, sebelum matahari terbenam, ada puisi, tarian, menyanyi, saya pikir dihidupkan kembali selain sarana prasarana infrastruktur diperbaiki secara perlahan. Apalagi sekarang ada program Gesit yang menyediakan infrastruktur ramah disabilitas.
Berarti prioritasnya Tanjungpendam?
Untuk sekarang saya coba pusatkan di Pantai Tanjungpendam. Karena Oktober 2024, Belitung juga jadi tuan rumah MTQ yang pelaksanaannya di Tanjungpendam. Kita coba benahi panggungnya dengan kolaborasi unsur pentahelix yaitu pemerintah, masyarakat, dunia usaha, pendidikan, dan media. Kami telah menghubungi beberapa media, media siap membangun semacam kursi teater dari beton yang terfokus ke laut untuk memandang laut dan menyaksikan matahari terbenam.
Isu-isu yang mendesak di masa jabatan yang singkat bagaimana? Ada pariwisata, pelabuhan dan bandara yang harusnya memberikan multiplier effect bagi pembangunan ekonomi daerah?
Saya ambil yang mudah saja, pariwisata terkait transportasi. Transportasi di kita, pesawat ke Belitung terbatas, ke Pangkalpinang kadang sekali atau dua kali. Ke Jakarta mungkin empat kali. Itu masih kurang kalau menurut pandangan kita tapi penilaian maskapai berbeda-beda, artinya kita ramai pada season tertentu saja. Nah kekurangan kita ini event-event yang menghadirkan orang luar ke kita. Kita coba kepada semua OPD untuk membuatkan surat permintaan melakukan kegiatan aktivasi seperti rakornas di Kabupaten Belitung. Di kita ada sekitar 30 OPD membuat surat ke kementerian masing-masing, kalau mereka minta audiensi, saya akan audiensi. Di sini sangat mumpuni, ada 5 ribu lebih kamar dan Hotel berbintang banyak, sehingga seperti kegiatan G20 sudah pernah, sehingga seperti rakornas dan sebagainya bisa coba ditarik di Belitung. Secara tidak langsung akan berefek pada penerbangan karena banyaknya permintaan, agar maskapai menambah penerbangan. Event itu diagendakan dan disebarluaskan ke maskapai, sehingga maskapai bisa melihat peak season. Yang jelas salah satu menarik penumpang dengan kegiatan seperti itu.
Surat itu bukan hanya dikirim, kami minta OPD memberikan sendiri dengan bentuk proposal, dengan informasi hotel, jumlah kamar, dan kemudahan lain yang akan diberikan apabila kegiatan itu dilaksanakan, serta menjual daya tarik wisata. Taruhlah ada 30 OPD, terjaring 20, tapi kita tetap mencoba dengan dukungan kawan-kawan
Lalu bagaimana dengan Pelabuhan Tanjung Batu. Apakah Pak Pj punya rencana dalam waktu lima bulan ini agar lebih optimal?
Memang itu kan harus menjalin kerjasama dengan pihak lain. Kita banyak buat pelabuhan tapi tidak fokus pada satu pelabuhan. Di Pulau Bangka mungkin ada 12 pelabuhan tapi ada yang tumpang tindih karena tidak fokus. Tanjung Batu, kami pikir kalau seandainya banyak kapal yang bersandar dan lihat di Pelabuhan Tanjungpandan sudah mulai sedimentasi, secara perlahan-lahan kita coba koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, operator kapal, dan lain-lain. Tapi itu perlu kerja keras dan tidak sebentar, paling saya hanya mengetahui akar permasalahan dan akan perlu koordinasi lintas sektor. Saya pikir karena itu ada campur tangan pusat, perlu koordinasi dengan Kementerian Perhubungan.
Yang di depan mata mungkin yang Tanjung Pendam dan food court. Food court ini kan belum operasional.
Kalau bicara ekonomi juga agak goyang, walaupun masih stabil, Belitung masyarakatnya masih bisa makan. Untuk meningkatkan ekonomi, padahal PAD didorong pariwisata. Apakah ada upaya khusus dalam pembangunan PAD?
Kami tadi coba menjelaskan dengan event nasional di sini, yang mau tidak mau pelaksanaan akan diadakan di Pulau Belitung, orang-orang akan berdatangan, tingkat hunian dan konsumsi akan meningkat. Kalau Belitung lebih fokus, di pemda fokus menggarap pariwisata, di Pangkalpinang fokus di timah dan jasa lainnya, tapi Belitung fokus ke pariwisata. Kami pikir program yang ada di kawan-kawan sangat mendukung kepada peningkatan ekonomi melalui sektor pariwisata.
Adakah event internasional yang direncanakan Pak Pj sampai akhir tahun?
Kalau event internasional saya pikir saya tidak bisa mendatangkan, terus terang saja, belum buat proposal, pergi ke luar negeri. Selama lima bulan belum bisa saya pikir, karena perencanaan lebih dari satu tahun. Mungkin yang bisa kami lakukan agar kawan-kawan yang mengusulkan event internasional, kita dorong. Mungkin banyak ide saya, tapi waktu lima bulan tidak mampu mengadakan event internasional. Yang bisa saya lakukan adalah mengoptimalkan event-event internasional yang ada di kawan-kawan OPD. Misalnya kemarin ada kayak internasional, fun run, dan segala macam yang bisa dioptimalkan menjadi program yang sudah ada.
Kita tidak memungkiri Belitung ekonomi masih ada di sektor pertambangan? Bagaimana bapak menata ini?
Kalau kita bicara Belitung masih ada, sebenarnya wilayah laut sudah zero tambang laut. Kalau di darat, tentu harus bekerjasama dengan aparat penegak hukum dan harus mengetahui lahan-lahan yang digunakan untuk penambangan. Tapi yang menjadi fokus kami, kami menitipkan pesan tim kayak dari Wanadri kemarin, minta tolong kalau menemukan penambahan di pesisir pantai, laporkan kepada kami. Karena mereka keliling Pulau Belitung, sehingga kita fokus zero tambang laut. Kalau tambang di darat kadang kucing-kucingan, kita harus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum setempat, sudah ada langkah awal.
Untuk meningkatkan pelayanan publik, sudah program-program yang penjabat lama tinggal dioptimalkan. Ke depan seperti apa rencananya? Misalnya di rumah sakit?
Semua pelayanan ada standarnya, namanya SPM atau standar pelayanan minimal. Terutama berkiblat pada tingkat kepuasan masyarakat. Di Belitung ada program Besadu, jadi masyarakat bisa mengadukan pelayanan yang masih kurang atau tidak sesuai aturan. Dari Besadu akan ditindaklanjuti kawan-kawan OPD. Cuman saya mengoptimalkannya, harus ada target.
Targetnya 1-2 hari harus ditindaklanjuti. Saya pagi tadi sudah berkunjung ke rumah sakit terhadap antrean yang panjang, saya punya target dua hari sudah harus berubah lagi, sudah harus normal lagi. Kalau belum normal, saya akan ke situ lagi untuk melihat apa masalahnya sehingga tidak terselesaikan permasalahannya.
Baca juga: Food Court Belitung Belum Beroperasi, Ini Yang Akan Diupayakan Pj Bupati Belitung Mikron Antariksa
Tadi juga ada laporan masalah anjing liar di seputaran kota Tanjungpandan. Tadi juga langsung saya perintahkan dinas ketahanan pangan dan pertanian untuk langsung terjun ke lapangan, koordinasi dengan dokter hewan atau karantina hewan untuk langsung. Besadu itu bagus, tempat menampung. Tapi yang harus menjadi poin bagi kami, harus punya target, harus selesai. Jangan diadu, tapi dibiarkan. Pelayanan primer kepada masyarakat sepert pendidikan dan kesehatan harus lebih dioptimalkan. Nanti saya akan berkunjung ke puskesmas dan sekolah untuk menjawab pertanyaan masyarakat di Besadu dan mengoptimalkan pelayanan kepada mereka. Jadi pakai target, lima bulan kalau tidak punya target susah.
Ketika masyarakat menyampaikan keluhan melalui program Besadu artinya akan langsung ditindaklanjuti, tidak menunggu?
Tidak menunggu, kita bisa mengoptimalkan yang ada. Rata-rata sudah ada pelayanan, cuman kadang yang bermasalah man atau manusianya yang tidak memberikan pelayanan dengan baik. Bisa juga kasuistik dan segala macam, kita lihat akar masalah seperti apa orang mengadu. Kalau lampu jalan ada tim kunang, lampu jalan mati harus segera hidup, kita pasang target. Kalau hari ini mati, besok sudah harus hidup.
Di sektor perikanan banyak sekali dan menjadi andalan setelah pariwisata. Kalau itu bagaimana bapak mengoptimalkannya?
Kalau masalah perikanan, program pusat juga. Kita dikuasai hampir 70 persen laut. Belitung itu sudah terkenal keindahan laut dan makanan laut, sedangkan di Bangka belum bisa dioptimalkan. Artinya untuk masalah perikanan, saya mau melihat sebenarnya produk-produk unggulan laut yang ada di Belitung. Saya belum sampai ke sana, pengoptimalan keramba, saya akan mempelajari, sebenarnya butuh waktu lama, tidak bisa dalam waktu yang cepat baik nelayan tangkap maupun pembudidaya.
Kalau UMKM sebelum pandemi luar biasa, setelah Covid turun. Ini ekonomi yang luar biasa karena menjadi multiplier effect dengan pariwisata. Bagaimana peningkatan kembali?
Sebenarnya banyak konsumen mereka akan hidup, sedikit konsumen mereka akan mati. Dimana ada permintaan, di situ ada penawaran. Kalau tamunya sedikit, mereka akan tiarap dan banyak tutup. Aset seperti warung kopi di sini harus dipertahankan. Saya punya program ngopi bareng di setiap warung kopi, karena saya hobi ngopi juga. Setidaknya dengan ngopi bareng, mereka menggeliat kembali. Saya ajak kawan-kawan OPD ngopi, sekaligus menjalin hubungan dengan masyarakat. Sekarang ada pengusaha walet, tidak perlu di dalam kantor, tapi di warung kopi. Ada permasalahan apa kita bahas di warung kopi. Kita ajak orang ngopi, minimal warung kopi itu sudah dikunjungi banyak orang dan orang pun berbondong-bondong datang ke situ.
Apa targetnya menjadi Pj Bupati Belitung?
Targetnya tidak muluk, saya ke sini harus menghargai masyarakat Belitung sendiri. Lalu menjalin kerjasama dengan pentahelix untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada di Kabupaten Belitung. Ketiga, Pilkada yang menjadi target saya. Di November akan Luber, tingkat partisipasi masyarakat dalam memilih itu tinggi. Kami akan menjalankan rapat koordinasi dan ke kecamatan-kecamatan untuk sosialisasi. Kemudian mengurangi stunting dan kemiskinan ekstrem. Saya minta pada Oktober 2024 nol kemiskinan ekstrem. Kami juga berupaya melakukan treatment dengan bekerjasama dengan pentahelix. Misalnya tidak memiliki rumah, kita minta dua rumah dibangun dari CSR. Saat ini kemiskinan ekstrem 21 jiwa atau 9 KK, orang tua. Sementara stunting, program yang ada tinggal ditingkatkan dari dinas kesehatan, pendidikan, disdukcapil, dan PKK.
Bagaimana mengukur keberhasilan masa kepemimpinan nantinya?
Kalau itu diserahkan kepada masyarakat. Tidak mungkin saya menilai diri saya sendiri. Yang jelas saya bekerja dan berusaha yang terbaik. Simbolnya pagi-pagi saya sudah donor darah, memberikan darah untuk masyarakat Belitung.
Kami pemerintah dalam hal ini mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu bentuk yang dapat kami berikan kepada masyarakat adalah pelayanan yang terbaik. Baik dari sisi pelayanan kesehatan dan pendidikan. Kami berharap kehadiran kami di Kabupaten Belitung ini dapat memberikan arti tersendiri kepada lingkup masyarakat. Selain kami menyelenggarakan Pilkada nanti dengan baik dan tidak ada permasalahan. Terima kasih dan mohon dukungannya.
(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)
| Slank Guncang Pantai Tanjungpendam, Ribuan Penonton Larut dalam Konser Spektakuler |
|
|---|
| 600 Atlet Ramaikan Laskar Pelangi Taekwondo Challenge 2026 di Tanjung Kelayang |
|
|---|
| MyBCA Belitung Multisport Festival 2026 Siap Digelar, Libatkan Lebih dari 1.000 Peserta |
|
|---|
| Sekretaris Itjen Kemenbud Tekankan Peran Teknologi Cegah Fraud Pengadaan di Hari Jadi IFPI ke-10 |
|
|---|
| Tabrak Truk Sedang Berhenti di Pinggir Jalan Raya Sijuk, Pengendara Motor Dikabarkan Tewas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20240819-Dialog-Ruang-Kita-Pj-Bupati-Belitung-Mikron-Antariksa.jpg)