Berita Belitung
5 Bulan Bisa Apa, Berikut Wawancara Eksklusif Mikron Antariksa di Pos Belitung
Pelantikan yang dilakukan pada 11 Agustus menjadi momen awal baginya untuk memulai tugas sebagai kepala daerah.
Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Teddy Malaka
Mikron menegaskan bahwa target utamanya adalah menjalankan tugas dengan baik, menghargai masyarakat Belitung, dan memastikan pelaksanaan Pilkada yang aman dan lancar. Ia berharap dapat memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Belitung selama masa jabatannya yang singkat ini, dengan dukungan penuh dari berbagai pihak dan masyarakat.
Berikut petikan wawancara eksklusif Pos Belitung dengan Mikron Antariksa:
T: Menjabat sebagai Pj Bupati Belitung. Pertama dipanggil saat SK-nya keluar, apakah sudah menyangka?
J: Saya tidak menyangka. Kebetulan seminggu sebelumnya, 5 Agustus 2024 saya juga pernah ke sini (Belitung), tapi tidak ada berita tentang Pj Bupati. Setelah satu minggu, 9 Agustus, saya sempat dihubungi Pak Gubernur untuk bersiap-siap. Siap-siap apa nih pak? Saya juga sempat bingung, karena ada mutasi juga. Rupanya ditunjuk jadi Pj Bupati Belitung. Hari Jumat saya belum dapat kabar juga, tiba-tiba Sabtu saya dapat undangan dari Biro Pemerintahan yang sudah menyebar ke masyarakat. Akhirnya, cari baju pun susah, alhamdulillah 11 Agustus dapat dan langsung pelantikan. Walaupun kata teman-teman sepatu saya kebesaran. Harusnya 43, mungkin itu 44 sepatunya.
T: Bagaimana perasaannya ketika menjadi Pj Bupati Belitung?
J: Pertama memikul tanggung jawab. Kedua menghitung waktu yang hanya lima bulan, apa hal yang harus dikerjakan selama lima bulan? Kita saja pembangunan ada Pelita zaman dulunya sampai 25 tahun, hanya lima bulan apa yang bisa kita perbuat. Tapi itu semua dengan bismillah kita coba yakinkan dengan pemerintah Kabupaten Belitung yang kami pikir baik dari segi anggaran, kebijakan, dan Belitung yang fokus pada pariwisatanya. Mereka kompak memajukan pariwisata di Kabupaten Belitung. Kami pikir dengan dukungan hal-hal tersebut, saya mengatakan bismillah saya akan jalankan lima bulan ini dengan terbaik untuk menjadi Pj Bupati Belitung. Selain mengerjakan tugas-tugas pokok yang digariskan oleh pemerintah pusat Kemendagri maupun Pj Gubernur.
T: Apakah sempat bingung ketika harus melangkah hari pertama bertugas sebagai Pj Bupati Belitung?
J: Kebetulan saya gak bingung, karena melangkah hari pertama peringatan 17 Agustus. Sudah teragendakan dari upacara sebagai Inspektur Upacara. Kesibukan terjadi sekitar setelah 17-an karena pas saya dilantik langsung diundang di IKN untuk menghadiri penjelasan Pak Jokowi terhadap IKN. Pulang ke sini langsung meresmikan Paskibraka, lalu 17 Agustus, dan acara Hari Pramuka. Tapi selama 17-an saya juga mencari informasi dan masukan dari komponen masyarakat apa saja yang harus dipercepat di wilayah Kabupaten Belitung.
T: Lalu berbicara soal percepatan, apa yang akan menjadi fokus dikerjakan? Mengingat waktu lima bulan ini pendek sekali.
J: Pertama yang saya lakukan, saya memberikan penghargaan kepada masyarakat yang berjasa, waktu saya datang memberikan itu. Kami memberikan penghargaan kepada per orangan yang memberikan jasa bagi Kabupaten Belitung, seperti Pak Sanem, Pak Isyak, Pak Mukti, Pak Ansori, dan Pak Hendra Caya yang sudah enam tahun menjadi sekretaris daerah. Dari mereka kami mencari tahu seperti apa permasalahan-permasalahan di Kabupaten Belitung. Kalau pekerjaan seperti stunting, inflasi, kemiskinan ekstrem, itu sebagian besar sudah terprogram. Cuman saya memiliki target, mengoptimalkan juga tim-tim yang sudah mereka bentuk, artinya ada tim lebah, Besadu, dan lainnya agar optimal serta menjurus pada pelayanan masyarakat.
Kalau dari sisi pariwisata, bukan perkara lama, tapi cepat, ini pun sudah hampir dua minggu. Lima bulan itu 20 minggu saya akan berada di Belitung. Untuk pariwisata memang yang paling tampak di Tanjung Pendam. Kalau wajah kota yang nampak benar di Tanjung Pendam. Setiap sore pasti ramai orang melihat matahari terbenam, di sana masjid terlihat kusam, kurang bersih, dan kurang tertata. Di pinggir itu ada teman-teman tapi menutup pandangan. Mungkin nanti akan kami coba diskusikan dengan dinas pariwisata dan pengelola, mungkin dengan menempatkan tempat duduk di sisi pantai agar masyarakat bisa duduk menyaksikan matahari terbenam. Kalau sekarang saya melihat, masyarakat tidak turun dari motor menyaksikan, berdesak-desakan. Tapi kalau teratur, di situ juga ada retribusi juga, disediakan parkir, parkir saja masyarakat di situ, ke lokasinya bisa berjalan dan menyaksikan dengan lebih indah dan tertib. Di samping itu, juga ada budaya seni, sebelum matahari terbenam, ada puisi, tarian, menyanyi, saya pikir dihidupkan kembali selain sarana prasarana infrastruktur diperbaiki secara perlahan. Apalagi sekarang ada program Gesit yang menyediakan infrastruktur ramah disabilitas.
T: Berarti prioritasnya Tanjung Pendam?
J: Untuk sekarang saya coba pusatkan di Tanjung Pendam. Karena Oktober 2024, Belitung juga jadi tuan rumah MTQ yang pelaksanaannya di Tanjung Pendam. Kita coba benahi panggungnya dengan kolaborasi unsur pentahelix yaitu pemerintah, masyarakat, dunia usaha, pendidikan, dan media. Kami telah menghubungi beberapa media, media siap membangun semacam kursi teater dari beton yang terfokus ke laut untuk memandang laut dan menyaksikan matahari terbenam.
T: Isu-isu yang mendesak di masa jabatan yang singkat bagaimana? Ada pariwisata, pelabuhan dan bandara yang harusnya memberikan multiplier effect bagi pembangunan ekonomi daerah.
J: Saya ambil yang mudah saja, pariwisata terkait transportasi. Transportasi di kita, pesawat ke Belitung terbatas, ke Pangkalpinang kadang sekali atau dua kali. Ke Jakarta mungkin empat kali. Itu masih kurang kalau menurut pandangan kita tapi penilaian maskapai berbeda-beda, artinya kita ramai pada season tertentu saja. Nah kekurangan kita ini event-event yang menghadirkan orang luar ke kita. Kita coba kepada semua OPD untuk membuatkan surat permintaan melakukan kegiatan aktivasi seperti rakornas di Kabupaten Belitung. Di kita ada sekitar 30 OPD membuat surat ke kementerian masing-masing, kalau mereka minta audiensi, saya akan audiensi. Di sini sangat mumpuni, ada 5 ribu lebih kamar dan Hotel berbintang banyak, sehingga seperti kegiatan G20 sudah pernah, sehingga seperti rakornas dan sebagainya bisa coba ditarik di Belitung. Secara tidak langsung akan berefek pada penerbangan karena banyaknya permintaan, agar maskapai menambah penerbangan. Event itu diagendakan dan disebarluaskan ke maskapai, sehingga maskapai bisa melihat peak season. Yang jelas salah satu menarik penumpang dengan kegiatan seperti itu.
| MyBCA Belitung Multisport Festival 2026 Siap Digelar, Libatkan Lebih dari 1.000 Peserta |
|
|---|
| Sekretaris Itjen Kemenbud Tekankan Peran Teknologi Cegah Fraud Pengadaan di Hari Jadi IFPI ke-10 |
|
|---|
| Tabrak Truk Sedang Berhenti di Pinggir Jalan Raya Sijuk, Pengendara Motor Dikabarkan Tewas |
|
|---|
| Bank Indonesia Babel Sosialisasikan QRIS Cross Border Sambut Penerbangan Singapura-Belitung |
|
|---|
| Laboratorium Uji Timah Pertama Resmi Hadir di Belitung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20240811-Pj-Bupati-Belitung-Mikron-Antariksa.jpg)