Biodata
Profil dan Biodata Yitno Suprapto, dari Keluarga Miskin Kuliah di ITB, S2 Belanda, Kerja di Jerman
Profil dan biodata Yitno Suprapto, lulusan ITB mengejar mimpi sampai Belanda dan Jerman
POSBELITUNG.CO - Profil dan biodata Yitno Suprapto, lulusan ITB mengejar mimpi sampai Jerman.
Saat SMA, Yitno sudah bermimpi ingin kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) Bandung.
Namun, bagi orang seperti Yitno bukan perkara mudah untuk meraih mimpinya.
Orang tuanya hidup sederhana, ibu penjual sayur dan ayah buruh harian.
Untuk makan sehari-hari saja, keluarga ini kepayahan.
Namun, Yitno saat itu sudah memiliki tiga mimpi besar dalam hidupnya.
Dia sudah menghitung time line atau garis waktu pencapaiannya.
Pada 2011 setelah tamat SMA, dia ingin melanjutkan ke ITB.
Lalu, empat tahun kemudian, Yitno menuliskan ingin melanjutkan kuliah ke Belanda.
Cita-cita ketiga Yitno adalah bekerja di Jerman.
Semua mimpi Yitno yang dituliskannya tercapai.
Kisah Yitno yang dulu jual cilok demi bisa sekolah kini jadi peneliti di Jerman itupun viral.
Adalah Dosen ITB Imam Santoso yang membagikan kisah Yitno di media sosial.
Imam Santoso membagikannya melalui akun Instagramnya @santosoim, Rabu (28/8/20240.
Imam menulis, sejak Sekolah Menengah Atas (SMA) Yitno memiliki tiga mimpi besar.
Dan ternyata satu persatu mimpinya itu terwujud.
Dalam video yang diunggah Imam Santoso menunjukkan kolase foto perjuangan dan perjalanan adik kelasnya, Yitno.
"Ajaib!! Tiga mimpi besar anak SMA ini, anak pedagang sayur, benar-benar jadi nyata.
Bahkan sekarang jadi peneliti di Jerman," tulis Imam Santoso, dikutip Tribunjabar.id, Kamis (29/8/2024).
Saat SMA, Yitno menceritakan cita-citanya kepada kampus impiannya, Institut Teknologi Bandung (ITB).
Yitno menuliskan mimpinya melalui essay untuk tes masuk ITB.
Ia pun menunjukkan essay yang saat itu ditulis kepada Imam Santoso.
"Ini impian Yitno yang ia sampaikan ke ITB dan aku, 14 tahun lalu pas masih SMA," kata Imam.
Tulisan yang dibuat Yitno pun begitu panjang.
Ia menceritakan sejumlah pengalamannya saat SMA dan mendapatkan berbagai penghargaan.
Diketahui, Yitno mengenyam pendidikan di SMAN Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Dalam essay itu pun tertuliskan target yang ingin dicapainya.
Yitno bermimpi pada tahun 2011 ingin menjadi mahasiswa ITB.
Kemudian, pada 2015 ia menargetkan bisa lulus dari kampus yang diimpikannya tersebut.
Tak hanya itu, Yitno ingin melanjutkan pendidikannya setelah dari ITB ke Belanda.
"Tahun 2011 benar-benar keterima ITB," tulis Imam Santoso.
Dalam foto kolase itu terlihat Yitno tengah berfoto dengan temannya di sebuah tempat semacam proyek.
Mimpi keduanya pun tercapai, ia berhasil lulus dari ITB.
Senyum Yitno merekah saat berfoto menggunakan toga wisuda ITB dengan ijazahnya.
"Dan benar-benar lulus S-2 dari Belanda," tulis Imam.
Yitno mendapatkan beasiswa LPDP untuk melanjutkan kuliah di negeri tersebut.
Dalam foto itu terlihat Yitno menggendong seorang perempuan tengah berada di negara Kincir Angin.
Yitno disebut sebagai orang yang berjuang melakukan berbagai usaha.
Demi membantu orang tuanya, ia berjualan cilok hingga menjaga warnet.
"Sejak SMA Yitno jualan cilok dan jaga warnet, bantu orang tuanya cari nafkah untuk biaya sekolah," lanjut Imam.
Kini, Yitno berhasil menjadi orang sukses.
Ia menjadi peneliti di Jerman.
"Ia sekarang jadi peneliti di Jerman. Meneliti dampak iklim pada udang," ujarnya.
Sepulang dari Belanda, Yitno banyak membantu para petani udang.
Meski kehidupan orang tuanya sederhana, Yitno mampu mengubah nasib keluarganya.
"Ibu Yitno adalah pedagang sayur 'mlijo' keliling di desa.
Dan ayahnya adalah buruh harian. Penghasilan sebulan gak sampai Rp 500 ribu," kata Imam.
Lebih lanjut, Imam mengatakan bahwa pendidikan dapat mengubah seseorang.
Banyak beasiswa yang bisa diraih untuk mengenyam pendidikan lebih tinggi.
"Pendidikan mengubahmu. Jangan takut bermimpi tinggi. Banyak beasiswa menanti.
Selamat berjuang," pungkasnya.
Unggahan Imam Santoso pun langsung mendapatkan respons positif dari warganet.
@yun***.
Kenapa selalu merinding tiap liat konten mas Imam tentang cerita kesuksesan mahasiswa atau rekannya.
Sambil nonton, sambil baca isi konten, sambil merinding terharu. Sangat menginspirasi
@dc***.
Pentingnya mimpi itu ditulis dan timelinenya jelas
@emi***.
Maaya Alloh udk ada yg tdk mungkin didunia ini klo kita yakin semestapun bekerja dan Alloh meridhoi aamiin
@dim***.
Dengan Pendidikan kita dapat hidup yang lebih layak ( bahkan lebih ),
Dengan Pendidikan dapat mengangkat derajat orang tua dan keluarga,
Dengan Pendidikan, Dunia ada di tangan kita. # Tak lupa selalu libatkan Gusti Allah dalam setiap langkah dan do'a restu kedua orang tua. (tribunjabar.id)
| Biodata Rudy Masud Gubernur Kaltim Beli Mobil Dinas Rp 8,5 M Semata Tak Mau Dipandang Miskin |
|
|---|
| Biodata Dirut BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti yang Tantang Anggota DPR, Dulu Wamenkes RI |
|
|---|
| Biodata Letjen TNI Agus Widjojo, Dubes RI untuk Filipina Meninggal Dunia, Anak Pahlawan Revolusi |
|
|---|
| Biodata AKBP I Gede Ngurah Joni Kapolres Ende, Anak Buahnya Pukul Penderita Disabilitas Hingga Tewas |
|
|---|
| Biodata Handy Gerniady Mantan Kopassus Jabat Direktur Operasi PT Timah Tbk |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20240829_yitno.jpg)