Berita Pangkalpinang

UMKM di Pangkalpinang Aktif Manfaatkan Medsos dan QRIS, Diskopdag: 60 Persen Telah Melek Digital

Para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kota Pangkalpinang kini aktif memanfaatkan media sosial untuk promosi produk.

Penulis: Sela Agustika | Editor: Novita
Bangkapos.com/Sela Agustika
Pembeli melakukan transaksi non tunai menggunakan QRIS saat membeli produk UMKK di Pangkalpinang, Selasa (17/9/2024). 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kota Pangkalpinang kini aktif memanfaatkan media sosial untuk promosi produk.

Selain itu, para pelaku UMKM tersebut juga telah menerapkan sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS.

Dinas Koperasi, Perdagangan, dan UMKM (Diskopdag dan UMKM) Kota Pangkalpinang mencatat, hampir 60 persen pelaku usaha di Kota Pangkalpinang telah memanfaatkan teknologi digital atau melek digital.

"Rata-rata pelaku UMKM sudah sadar dan melek digital, apalagi Covid kemarin, mereka sudah banyak beralih ke penjualan online, dengan arti mereka sudah mengerti akan digital. Termasuk juga pembayaran mengunakan QRIS," kata Kepala Dsperindagkop dan UMKM Kota Pangkalpinang, Andika, Selasa (17/9/2024).

Selain digitalisasi, lanjutnya, di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks, pelaku UMKM juga semakin menyadari pentingnya legalitas usaha. 

Saat ini, terdapat 18.387 pelaku usaha di Kota Pangkalpinang yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), dari total sekitar 27 ribu pelaku UMKM.

Baca juga: Promo Buku Pantuan Latihan Tes CPNS 2024 di Gramedia Pangkalpinang Babel, Ada Diskon Rp34.000

"Digitalisasi dan legalitas usaha saat ini sangat penting bagi UMKM untuk meningkatkan kredibilitas dan akses ke berbagai fasilitas serta lebih dikenal luas," ucap Andika.

Sektor UMKM di Kota Pangkalpinang setiap tahunnya mengalami pertumbuhan.

Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor jasa, lainnya yang bergerak di bidang usaha makanan dan minuman, sektor perdagang besar dan eceran, serta industri pengolahan.

Tak dipungkirinya, pertumbuhan UMKM ini juga membawa tantangan tersendiri. 

Terlebih ditengah kondisi saat ini, banyak pelaku UMKM yang masih menghadapi kesulitan dalam hal akses permodalan, pemasaran dan pemanfaatan teknologi secara optimal.

Andika menuturkan, Diskopdag dan UMKM Kota Pangkalpinang terus berupaya mendukung para pelaku usaha agar tetap tumbuh dan memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usaha.

"Dukungan kami mencakup berbagai inisiatif digital ataupun dukungan lainnya, termasuk kegiatan yang beralih ke platform online untuk memperluas jangkauan dan keterlibatan pelaku UMKM dengan teknologi. Semua kegiatan sudah mulai beralih melalui website/link2 untuk memperbanyak pelaku UMKM melek digital. Sedangkan kita juga saat ini bantu promosi produk UMKM secara bertahap," jelasnya.

(Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved