Pos Belitung Hari Ini

LIPSUS - Geosite Open Pit Nam Salu di Belitung Timur Tak Buka Tiap Hari untuk Wisatawan

Open Pit Nam Salu merupakan salah satu tempat wisata andalan di Beltim. Bahkan lokasi ini telah menjadi geosite dalam Global Geopark Belitong.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Novita
Dokumentasi Posbelitung.co
Pos Belitung Hari Ini edisi Rabu, 18 September 2024 

Rizki baru memegang pengelolaan tempat tersebut sejak Juli 2024. Dia mengatakan di Open Pit Nam Salu para wisatawan bisa memilih paket-paket yang sudah disediakan.

Beberapa di antaranya yaitu paket sekolah lokal, lokal, domestik, internasional, dan edukasi. Range (rentang) harga yang terjangkau mulai Rp20 ribu hingga Rp300 ribu.

Juli 2024 kemarin, kata Rizki ada rombongan UGGp untuk melakukan revalidasi di Geosite Open Pit Nam Salu

Menurut mereka proses tersebut berjalan lancar dan memang ada beberapa catatan minor tentang pengembangan geosite tersebut.

Dalam pengelolaan tempat ini, mereka tak hanya ingin Open Pit Nam Salu sebagai tempat wisata, tapi juga sebagai tempat edukasi dan berdampak sosial ke masyarakat sekitar.

"Ke depan kami di BAPOPNAS akan memperbanyak event-event di Open Pit Nam Salu supaya banyak yang datang dan perputaran ekonomi bergerak sehingga ber-impact (berdampak, red) sosial juga ke masyarakat," kata Rizki.

Jika wisatawan ingin berkunjung ke Open Pit Nam Salu bisa reservasi paket terlebih dahulu di instagram @namsalugeoparksite atau di Contact Person +62 838-9245-3505. 

Penjual Satam Mau Diatur

Penjualan dan perdagangan batu satam (Billitonite) menjadi satu di antara catatan UNESCO Global Geopark (UGGp) yang disebut-sebut memberikan kartu kuning kepada Belitung

Catatan yang diberikan berkenaan dengan otoritasi dari UGGp untuk memperdagangkannya.

Satu di antara pedagang batu satam di Belitung, Erick Fibio, menilai catatan yang diberikan UGGp sebenarnya bertujuan baik untuk Belitung.

"Kalau saya pribadi, siap dan siap harus siap asalkan konsekuensinya diputuskan bersama tetap jangan sepihak. Artinya ini butuh diskusi dan musyawarah bersama," ujar Erick kepada Posbelitung.co pada Minggu (16/9/2024).

Erick sendiri sudah berjualan batu satam selama 20 tahun semenjak 2017 silam.

Menurutnya, para penjual mendapatkan satam dari para pengepul yang membeli dari masyarakat di desa-desa.

Ia meluruskan informasi jika memperoleh batu satam itu tidak dengan cara ditambang.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved