Kartu Kuning Geopark Belitung

Kartu Kuning Geopark Belitung Bukan Kegagalan, Tapi Langkah untuk Evaluasi dan Perbaikan

Praktisi dan Akademisi Kepariwisataan, Agus Pahlevi, menilai, kartu kuning untuk Geopark Belitong sebagai hal positif sebagai langkah evaluasi.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
Dok. Posbelitung.co
Praktisi Kepariwisataan, Agus Pahlevi 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Praktisi dan Akademisi Kepariwisataan, Agus Pahlevi, menilai, kartu kuning untuk Geopark Belitong sebagai hal positif sebagai langkah evaluasi dan perbaikan.

Hal itu karena segala sesuatu tidaklah cukup jika hanya dilihat dari satu sisi, akan tetapi dari berbagai sisi.

Geopark yang kental dengan pelestarian untuk keberlanjutan yang berdampak sosial ekonomi terhadap masyarakat, tentu bukan hal gampang. 

Apalagi di sisi lain sebagai salah satu outcome-nya (hasilnya) adalah peningkatan ekonomi melalui sektor pariwisata, yakni menjadikan geologi park site menjadi geowisata site.

Hal ini tentunya tidak semudah mengucapkannya.

Yang jelas, kata Agus, kartu kuning ini bukanlah kegagalan, akan tetapi kesempatan untuk kita menyempurnakan ide keberlanjutan melalui Geopark untuk kesejahteraan masyarakat.

Waktu yang diberikan untuk perbaikan saat ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin, dengan membuat beberapa langkah solusi. Yaitu jangka pendek dan menengah. 

Ia mengatakan, dalam jangka pendek, Badan Pengelola harus memiliki grand design, mau dibawa kemana Geopark Belitong ke depan.

Dalam keterkaitannya dalam menjadikan geotiurism, dalam jangka pendek perlu update informasi geologi site ke dalam bahasa yang mudah diserap dan dipahami, yang disesuaikan dengan segmentasi pasar.

Selanjutnya, tugas terberat adalah membuat kebanggaan kepada masyarakat Belitong terhadap Geopark.

Hal ini sangat penting sebagai personal branding untuk Belitong sebagai Geologi Park.

Lalu untuk jangka menengah, penguatan regulasi penunjang kelestarian lingkungan tentunya tidak kalah pentingnya.

Pembuatan regulasi dan kebijakan jika belum ada, misalnya terkait perdagangan batu satam, yang menjadi ikon.

Jika regulasi dan kebijakannya sudah ada, artinya harus disosialisasikan, baik melalui formal ataupun informal. 

Lalu bagaimana solusi terhadap pebisnis batu satam?

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved