Kartu Kuning Geopark Belitung
Kartu Kuning Geopark Belitung Bukan Kegagalan, Tapi Langkah untuk Evaluasi dan Perbaikan
Praktisi dan Akademisi Kepariwisataan, Agus Pahlevi, menilai, kartu kuning untuk Geopark Belitong sebagai hal positif sebagai langkah evaluasi.
Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
Pemerintah harus membeli batu satam yang dibisniskan, karena di sana terdapat nilai investasi.
Tentunya harus ada kesepakatan terhadap besaran nilainya nanti. Selanjutnya, baru diberlakukan sanksi terhadap pelanggaran jual beli batu satam.
Ke depan sebagai suvenir, bisa dibuatkan replika batu satam ini untuk cendera mata, seperti yang diproduksi oleh BICA Keramik berupa replika batu satam dari bahan keramik dan di buat menjadi gelang, liontin dan sebagainya.
Dengan demikian akan berdampak terhadap berkembangnya sektor ekonomi kreatif.
Selain itu, dalam jangka menengah diperlukan travel pattern antara satu geosite dengan geosite lainnya sehingga membentuk pola perjalanan yang berkesinambungan.
Tidak hanya itu, untuk memenuhi kenyamanan saat berwisata, perlu dipersiapkan amenitas yang sesuai dengan kondisi dan aktivitas di setiap grosir untuk menjamin keamanan dan kenyamanan
wisatawan saat berwisata.
Pemerintah, lanjutnya, tidak hanya bergantung kepada Badan Pengelola saja dalam melaksanakan perbaikan ini.
Akan tetapi mungkin perlu tim khusus untuk membantu keterbatasan Badan Pengelola dalam mempercepat perbaikan agar memperoleh green card. (*)
| Pemda dan DPRD Belitung Bakal Bahas Rekomendasi UNESCO untuk Geopark Belitong |
|
|---|
| Geopark Belitung Terima Kartu Kuning dari UNESCO, Hendra Caya: Fokus pada Pelestarian |
|
|---|
| Geopark Belitung Terima Kartu Kuning dari UGG, Pj Bupati: Perlu Reformasi dan Dialog dengan Geosite |
|
|---|
| Perdagangan Batu Satam Jadi Catatan UNESCO Global Geopark, Penjual Satam di Belitung Mau Diatur |
|
|---|
| Geosite Open Pit Nam Salu Belitung Timur Buka untuk Wisatawan pada Jumat, Sabtu dan Minggu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/Ketua-Asosiasi-Pelaku-Pariwisata-Indonesia-ASPPI-Agus-Pahlevi.jpg)