Berita Bangka Selatan
Harga Cabai Rawit di Bangka Selatan Merangkak Naik Jadi Rp60.000 Sekilo per Hari Ini
Harga cabai di Kota Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengalami kenaikan pada pekan pertama Oktober 2024.
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Novita
POSBELITUNG.CO, BANGKA - Berikut ini informasi terbaru harga bumbu dapur dan bahan pangan di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.
Harga cabai di Kota Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengalami kenaikan pada pekan pertama Oktober 2024.
Harga cabai rawit kini menyentuh angka Rp60.000 per kilogram.
Harga cabai rawit ori mengalami kenaikan sebesar Rp10.000 per kilogram.
Semula harga cabai jenis ini dijual dengan harga Rp50.000 per kilogram dan kini menjadi Rp60.000 per kilogram.
Sementara harga cabai merah besar masih bertengger pada harga Rp30.000 per kilogram.
"Berdasarkan hasil pemantauan tim kita di Pasar Toboali, harga terpantau stabil. Hanya cabai yang mengalami kenaikan harga per hari ini," kata Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMINDAG) Kabupaten Bangka Selatan, Era Fitrawati, Jumat (4/10/2024).
Sementara harga sejumlah jenis bumbu dapur lain dan bahan pangan lain masih stagnan pada harga normal sejak tiga pekan terakhir.
Seperti harga komoditas bawang merah kini dipatok Rp32.000 per kilogram dan harga bawang putih masih stagnan dengan harga jual Rp38.000 per kilogram.
Sedangkan bawang bombai turun harga Rp5.000 per kilogram, dari semula harga Rp35.000 kini Rp30.000 per kilogram.
"Harga minyak goreng masih stabil. Karena isu berkembang di masyarakat, minyak goreng terjadi gejolak harga," ujarnya.
Ia menyebut, hingga kini daya beli masyarakat justru terus mengalami penurunan akibat lesunya kondisi ekonomi pasca timah.
"Daya beli masyarakat memang terus menurun sejak satu tahun terakhir, tetapi pedagang masih bertahan," sebut dia.
Era menjamin harga bahan pokok masih akan tetap stabil jika melihat stok yang tetap aman dan tercukupi selama satu hingga dua bulan ke depan, apabila sirkulasi atau pengiriman barang dari Kota Pangkalpinang menuju Kota Toboali tetap terjaga.
Hal itu mengingat selama lima hari sekali pengiriman bahan pokok dilakukan dari gudang pusat di Kota Pangkalpinang, dari Provinsi Lampung maupun petani lokal.
| Rumahnya Digeledah Bareskrim Lagi, Asui Bos Timah Selundupan ke Malaysia Masih Misterius |
|
|---|
| Suami di Toboali Jadi Tersangka KDRT, Aniaya Istri hingga Berdarah Dipicu Cemburu |
|
|---|
| Masuk DPO, Polisi Sebar Tampang dan Ciri-ciri Pelaku Kekerasan Anak di Bangka Selatan |
|
|---|
| Polres Bangka Selatan Siapkan 4 Ton Beras dan 1.200 Liter Minyak Goreng Stabilkan Harga Jelang HBKN |
|
|---|
| Polisi Gerebek Rumah Penampung Timah Ilegal di Basel, 326 Kg Pasir Timah dan Uang Rp126 Juta Disita |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20241004-Pedagang-di-Pasar-Terminal-Toboali-Bangka-Selatan-menunggu-pembeli.jpg)