Sosok Abdul Mu’ti Calon Menteri Pendidikan Kabinet Prabowo 2024, Dosen yang Juga Seorang Advisor

Sosok Abdul Mu’ti kini dikabarkan akan menjadi calon Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah

Editor: Kamri
Muhammadiyah.or.id Via Tribunnews.com
Sosok Abdul Mu’ti kini dikabarkan akan menjadi calon Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah pada kabinet Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka. Abdul Mu’ti sendiri saat ini masih menjabat sebagai Sekretaris Umum PP Muhammadiyah. 

POSBELITUNG.CO – Sosok Abdul Mu’ti kini dikabarkan akan menjadi calon Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah pada kabinet Prabowo SubiantoGibran Rakabuming Raka.

Nama Abdul Mu’ti masuk dalam daftar nama calon kabinet Prabowo Gibran yang kini beredar untuk pemerintahan baru mendatang.

Namanya digadang-gadang akan mengisi pos Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah di pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Abdul Mu’ti sendiri saat ini masih menjabat sebagai Sekretaris Umum PP Muhammadiyah

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir pun menyampaikan pendapatnya terkait kabar mengenai Abdul Mu’ti akan mengisi posisi Menteri Pendidikan dasar dan Menengah pada kabinet Prabowo Gibran.

Ia meminta semua pihak tidak mendahului presiden terpilih terkait isu pengisian pos menteri ini.

Haedar mengatakan lebih memilih untuk menunggu hingga pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada 20 Oktober 2024 nanti.

Mengingat pada saat itu jajaran menteri kabinet Prabowo Gibran akan diumumkan.

Menurut Haedar, pemilihan menteri ini merupakan hak prerogatif presiden yang harus dihargai bersama.

“Jangan mendahului presiden terpilih. Jadi kita tunggu 20 Oktober, seluruhnya hak prerogatif presiden kita hargai bersama,” kata Haedar dilansir Kompas.com, Jumat (4/10/2024).

Nama Abdul Mu’ti memang santer dikabarkan akan menjadi menteri di pemerintahan Prabowo Gibran nanti.

Diketahui Prof Abdul Muti merupakan Sekretaris Umum (Sekum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah periode 2022-2027.

Pria kelahiran Kudus, Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 2 September 1968 ini merupakan seorang cendikiawan dan juga anggota Dewan Indonesia dan Amerika Serikat pada Agama dan Pluralisme, dan masyarakat eksekutif Konferensi Asia Agama untuk Perdamaian.

Ia beberapa waktu belakangan ikut disorot setelah Muhammadiyah menarik semua uangnya di BSI (Bank Syariah Indonesia).

Sejumlah media mengemukakan bahwa Abdul Mu'ti sempat diajukan namanya oleh Muhammadiyah sebagai Komisaris BSI.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved