Terkait Tambang Laut, Pansus DPRD Babel Ingatkan PT Timah Jangan Picu Konflik Sosial di Batu Beriga

Hal itu dikatakan Pahlevi, menyusul rencana PT Timah tetap akan menambang di Laut Desa Batu Beriga.

Tayang:
Penulis: Rizky Irianda Pahlevy | Editor: Alza
Istimewa
Ibu-ibu di Desa Batu Beriga, Bangka Tengah menolak tambang timah di laut desa mereka, Kamis (17/10/2024). 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Ketua Pansus Pembahasan Kawasan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Pahlevi Syahrun mengingatkan PT Timah Tbk tak membuat langkah yang memicu konflik sosial di Desa Batu Beriga, Kabupaten Bangka Tengah, Sabtu (19/10/2024). 

Hal itu dikatakan Pahlevi, menyusul rencana PT Timah tetap akan menambang di Laut Desa Batu Beriga.

Padahal, menurut DPRD Babel, sebagian besar masyarakat Batu Beriga menolak tambang timah di desa mereka.

"Kami harapkan ini tidak memprovokasi konflik sosial, semua kita menyarankan begitu.

Kita tadi sudah meredakan tensi bahwa ingin mencari win-win solution dalam kasus ini, tapi PT Timah masih ngotot dan memaksakan diri," ujar Pahlevi. 

Pahlevi berharap PT Timah tak membuat adanya benturan antara masyarakat dengan aparat penegak hukum. 

"Kami juga bukan mengintervensi sekali lagi Pansus juga, sekali lagi bagaimana kita mencari jalan terbaik dulu.

Jadi seluruh pihak bisa mencari win-win solution, itu point-nya" jelasnya. 

Diberitakan sebelumnya, PT Timah dipastikan akan tetap melakukan pertambangan di Desa Batu Beriga, Kabupaten Bangka Tengah, Jumat (18/10/2024). 

Hal ini diungkapkan General Manager Operasi dan Produksi PT Timah Rian Andri, saat audiensi dengan Pansus Pembahasan Kawasan Izin Usaha Pertambangan DPRD Provinsi Bangka Belitung. 

"Sepakat menjaga kondusifitas berharap win win solutions, kalau PT Timah tidak kerja ya win lose.

Jadi tim Pansus bekerja, izin PT. Timah juga tetap berkegiatan," ujar Rian Andri. 

Dalam audiensi tersebut, PT Timah memastikan pihaknya telah memiliki izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) untuk melakukan aktivitas pertambangan di Laut Batu Beriga

"Untuk Amdal laut kita ada karena sampai sekarang kita masih menambang, ada kapal keruk maupun kapal isap," tuturnya.

Lebih lanjut saat dikonfirmasi terkait mitra, Rian Andri mengakui pihaknya menggandeng mitra sesuai dengan aturan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved