Pilkada Belitung 2024

3 Calon Bupati Beberkan Strategi dalam Debat Publik Pertama Pilkada Belitung 2024

Tiga pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Belitung memaparkan strategi mereka dalam debat Pilkada di Hotel Bahamas, Jumat (25/10/2024).

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Alza
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Suasana debat pertama Pilkada Belitung 2024 di Hotel Bahamas Belitung, Jumat (25/10/2024) malam.  

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Tiga pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Belitung memaparkan strategi mereka dalam debat Pilkada di Hotel Bahamas, Jumat (25/10/2024) malam. 

Pada sesi kedua, para calon bupati beradu program kerja membahas isu penting terkait pengembangan ekonomi kreatif pasca tambang, pemberdayaan UMKM, dan kemandirian ekonomi rumah tangga.

Setiap pasangan calon diberikan kesempatan untuk memilih pertanyaan yang telah disusun panelis yang dipilih melalui fish bowl lalu dibacakan oleh moderator Wahyu Kurniawan.

Wahyu Kurniawan adalah dosen psikologi IAIN SAS Bangka Belitung.

Masing-masing calon bupati mendapatkan kesempatan menjawab dalam waktu dua menit.

Paslon Nomor Urut 1, Djoni Alamsyah menyoroti peningkatan daya saing UMKM melalui penyediaan kredit mikro berbunga rendah, bahkan hingga nol persen.

Ia juga menekankan pentingnya promosi terintegrasi, baik online maupun offline, untuk menarik perhatian konsumen ke UMKM lokal, terutama dengan memanfaatkan event pariwisata di luar daerah.

“Kami akan membuat program bersubsidi sebagai bentuk dukungan kepada UMKM agar mereka dapat memperluas pasar,” ujar Djoni.

Lalu Paslon Nomor Urut 2 Isyak Meirobie memaparkan rencana untuk mendorong ekonomi kreatif melalui pendirian start-up center dan creative hub, khususnya untuk generasi muda.

Ia memperkenalkan program unggulannya, Begalor atau bantuan bagi generasi muda untuk mengembangkan ekonomi, inovasi, dan olahraga.

Sebagai Ketua Umum Asosiasi Wisata Olahraga dan Minat Khusus Indonesia, Isyak menyatakan akan menggunakan jaringannya untuk membangkitkan ekonomi kreatif di Belitung.

“IM akan menghadirkan start up center, creative hub, dan mendorong generasi milenial dan generasi Z untuk menghasilkan produk-produk ekonomi kreatif,” jelasnya.

Sementara itu, paslon Nomor Urut 3 Hendra Caya mengatakan mengedepankan sektor pariwisata, perikanan, dan perkebunan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi rumah tangga.

Ia mencontohkan perkembangan UMKM kerajinan di Belitung yang mampu meningkatkan omzet tahunan dari 700 juta menjadi 7-8 miliar rupiah setelah berkembangnya sektor pariwisata.

Dalam sektor perikanan, ia menjanjikan akses permodalan dan bantuan alat tangkap bagi nelayan, serta dukungan bibit dan subsidi pupuk bagi petani perkebunan.

“Pemberian bantuan bibit, subsidi pupuk sehingga biaya produksi mereka akan lebih rendah dan pendapatan mereka meningkat," ungkapnya.

Debat ini memberikan gambaran tentang komitmen masing-masing paslon untuk memperkuat ekonomi Belitung melalui sektor-sektor potensial, di tengah perubahan ekonomi pascatambang.

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 


 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved