Pilkada Belitung Timur 2024
Panelis Debat Pilpres 2024 Gun Gun Heryanto Nilai Debat Pilkada Beltim 2024 Banyak Plus Minus
Debat Publik Pilkada Belitung Timur 2024 yang digelar semalam menjadi panggung bagi para calon bupati dan calon wakil bupati untuk menguji visi misi.
Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Novita
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Debat Publik Pertama Pilkada Belitung Timur 2024 yang digelar semalam menjadi panggung bagi para calon bupati dan calon wakil bupati untuk menguji gagasan dan visi misi mereka di hadapan rakyat.
Menurut panelis debat Pilpres 2024 yang juga jadi panelis Debat Publik Pilkada Belitung Timur 2024, Gun Gun Heryanto, esensi debat bukan hanya sekadar penyampaian visi misi yang tertulis, tetapi juga uji kemampuan mempertahankan argumen berdasarkan data serta keterkaitannya dengan realitas yang dihadapi masyarakat.
“Debat ini prinsipnya mengonfirmasi dan menelisik program para kandidat. Ini penting agar publik mendapat referensi yang mendalam dalam proses memilih. Debat malam ini banyak plus minusnya,” kata Gun Gun diwawancarai seusau debat, Sabtu (26/10/2024).
Dalam debat yang berlangsung semalam, pakar komunikasi politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengakui ada berbagai aspek positif dan kekurangan dari jawaban kedua pasangan calon.
Menurutnya, beberapa jawaban masih di permukaan dan perlu diperdalam.
“Kami sebagai penyusun soal memahami betul ada banyak jawaban yang perlu digali lebih dalam oleh para kandidat. Wajar, karena setiap kandidat memiliki pertimbangan dan komunikasi manajemen privasi (CPM) yang beragam,” tuturnya.
Menurutnya, tingkat kepercayaan diri dan kematangan dalam debat diperlukan untuk menjembatani visi misi dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Gun Gun juga menekankan pentingnya kompetisi sehat dalam debat ini.
“Publik bisa menilai sendiri mana yang datanya lebih kuat, mana program yang lebih reasonable (masuk akal, red) dan inovatif. Di sisi lain, ini juga memberi nilai komparatif dan kompetitivitas dari kedua pasangan calon,” ujarnya.
Meskipun demikian, Gun Gun menggarisbawahi bahwa peran debat dalam sejarah politik elektoral Indonesia hanya berkisar 2-5 persen dalam memengaruhi suara, dengan dampak lebih besar di kota-kota besar yang masyarakatnya cenderung berpendidikan tinggi.
“Hasil riset kami menunjukkan bahwa pengaruh debat lebih terasa di kota besar, mencapai sekitar 5 persen, sementara di daerah hanya sekitar 2-3 persen,” paparnya.
Dia menjelaskan bahwa pendekatan personal, seperti interaksi langsung calon dengan masyarakat, masih menjadi faktor yang lebih dominan.
"Melalui debat ini, masyarakat diharapkan bisa lebih memahami program yang ditawarkan, sekaligus menilai kesiapan para kandidat dalam membawa Belitung Timur menuju masa depan yang lebih baik," kata Gun Gun.
(Posbelitung.co/Bryan Bimantoro)
| Berkas Bupati-Wabup Beltim Terpilih Diserahkan ke Pemprov dan KPU Babel, Tinggal Tunggu Pelantikan |
|
|---|
| DPRD dan KPU Belitung Timur Serahkan Berkas Bupati-Wabup Beltim Terpilih ke Pemprov Babel |
|
|---|
| Wasekjen DPP Partai NasDem Kunjungi Wakil Bupati Beltim, Khairil Ungkap Rencana Bertemu Surya Paloh |
|
|---|
| Ketua DPW NasDem Bangka Belitung Kunjungi Wabup Beltim, Bahas Pembangunan dan Sinergi Politik |
|
|---|
| Bupati Beltim Terpilih Kamarudin Muten Bertemu Sejumlah Investor, Siapkan 10 Ribu Lapangan Kerja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20241027-Dekan-Fakultas-Ilmu-Dakwah-dan-Komunikasi-UIN-Syarif-Hidayatullah-Gun-Gun-Heryanto.jpg)