Berita Pangkalpinang

Kasus Kebakaran di Kota Pangkalpinang Babel Tahun 2024 Turun Signifikan, Simak Data dan Penyebabnya

Berdasarkan data rekapitulasi, di tahun 2023 tercatat sebanyak 265 kebakaran lahan terjadi di berbagai wilayah Kota Pangkalpinang. 

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Novita
Rifqi Nugroho
Tim pemadaman kebakaran memadamkan api di kawasan lahan sekitar Kantor Pengujian Kendaraan Bermotor Kota Pangkalpinang, Sabtu (7/9/2024) sore lalu. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kota Pangkalpinang mencatat, hingga akhir Oktober 2024 ini, terdapat total 296 kejadian kebakaran dan non-kebakaran di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Jika dibandingkan dengan tahun 2023, jumlah tersebut berkurang drastis, di mana di tahun 2023, tercatat terdapat 562 kejadian.

Berdasarkan data rekapitulasi, di tahun 2023 tercatat sebanyak 265 kebakaran lahan terjadi di berbagai wilayah Kota Pangkalpinang

Sedangkan pada tahun 2024, jumlah tersebut turun drastis menjadi hanya 66 kejadian hingga 30 Oktober 2024.

Kebakaran yang menimpa rumah dan kendaraan bermotor juga menurun signifikan. 

Kasus kebakaran rumah, misalnya, hanya tercatat 22 kejadian di tahun 2024, dibandingkan dengan 35 kejadian pada tahun 2023.

Selain itu, kejadian non-kebakaran seperti evakuasi dan kegiatan penyelamatan lainnya juga menunjukkan penurunan. 

Pada tahun 2024, tercatat 131 evakuasi dilakukan oleh pihak pemadam kebakaran.

Sedangkan di tahun 2023, jumlahnya mencapai 147 evakuasi.

Menurut Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Kota Pangkalpinang, Efran, satu di antra faktor utama yang memengaruhi penurunan ini adalah kondisi musim kemarau yang cenderung lebih basah. 

"Musim kemarau kali ini lebih banyak diwarnai hujan, sehingga potensi kebakaran di lahan dan rumah bisa ditekan," kata Efran, Rabu (30/10/2024).

Ia menjelaskan, bahwa hujan yang masih rutin turun hingga bulan Oktober 2024 ini, membantu menurunkan risiko kebakaran yang biasa meningkat di musim kemarau.

Tingginya intensitas hujan telah membantu menjaga kelembaban lahan, sehingga risiko kebakaran yang diakibatkan oleh gesekan tanaman kering dan aktivitas manusia dapat diminimalisir.

"Kami tetap siap siaga, tetapi kondisi cuaca yang mendukung membuat kasus kebakaran tahun ini lebih terkendali," jelasnya.

Meski demikian, pihak pemadam kebakaran tetap mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang bisa muncul dari sumber-sumber panas di dalam rumah dan kendaraan bermotor. 

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved