Berita Bangka Belitung

100 Biopori KPS Becak dan BWS Bangka Belitung Hiasi SMAN 2 Pangkalpinang

Sebanyak 100 lubang resapan biopori ditanam di lingkungan SMA Negeri 2 Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Jumat (1/11/2024).

Tayang:
Penulis: Vigestha Repit Dwi Yarda | Editor: Kamri
Bangkapos.com/Vigestha Repit
Komunitas Peduli Sungai (KPS-Becak Banel) bersama Balai Wilayah Sungai (BWS Bangka Belitung) melakukan penanaman 100 lubang resapan biopori di SMA Negeri 2 Pangkalpinang, Jumat (1/11/2024). 

POSBELITUNG.CO - Sebanyak 100 lubang resapan biopori ditanam di lingkungan SMA Negeri 2 Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Jumat (1/11/2024).

Bipori ini merupakan bantuan dari Komunitas Peduli Sungai (KPS-Becak Babel) bersama Balai Wilayah Sungai (BWS Bangka Belitung.

Lubang resapan biopori adalah merupakan silindris berukuran 50-100 cm dibuat menggunakan pipa paralon yang sudah dilubangi sisi-sisinya sebagai pori-pori.

Selanjutnya pipa ditanam di dalam tanah untuk membantu penyerapan air hujan dan air permukaan sehingga genangan air dapat dikendalikan.

Kasi Kegiatan Operasi Sumber Daya Alam 1 BWS Bangka Belitung, Onang Adi Luhung mengemukakan program ini bekerja sama antara Balai Wilayah Sungai Bangka Belitung dengan komunitas binaan KPS BECAK dan MPSK Cerudik Lestari. 

"Lubang Resapan Biopori ini adalah bentuk kepedulian Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR untuk mencegah genangan air dan banjir skala kecil.

Hal ini dilakukan sebagai upaya pengendalian daya rusak air dan konservasi air tanah.

Sasarannya adalah lokasi/tempat fasilitas umum seperti sekolah-sekolah," kata Onang Adi Luhung, Jumat (1/11/2024).

Baca juga: Seleksi SKD CPNS 2024 Sistem CAT di Belitung Tutup Peluang Kecurangan

Onang berharap pihak SMA N 2 Pangkalpinang dapat memaksimalkan pemanfaatan dan berkenan merawat lubang resapan biopori yang telah diberikan sehingga berguna bagi lingkungan sekolah.

Ketua KPS-Becak Babel, Arinda menambahkan pada awal tahun tim Biopori KPS BECAK telah melakukan survei dan pemantauan terkait lokasi-lokasi yang layak ditanami lubang resapan Biopori.

Salah satunya adalah SMAN 2 Pangkalpinang.

"SMA N 2 Pangkalpinang ini sekolahnya cukup luas, banyak terdapat ruang terbuka hijau dan titik-titik potensi genangan air sehingga kita lakukan pemasangan 100 lubang resapan biopori.

Selain itu, di sini juga aktif untuk program Adiwiyata sehingga tim Adiwiyata diharapkan untuk merawat biopori ini dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran pelajar di sekolah," kata Arinda.

Selain untuk mencegah genangan air, lubang resapan biopori juga dapat digunakan untuk membuat pupuk kompos, pupuk organik, dan pupuk alami.

Cara harus rutin memasukan sampah-sampah organik ke dalam lubang secara berkala.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved