Berita Bangka Selatan

Produksi Beras di Bangka Selatan Terus Bertambah, Tahun 2024 Tembus 34.770 Ton

Kabupaten Bangka Selatan memiliki potensi besar sebagai penyangga kebutuhan pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Novita
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Panen padi menggunakan alat combine harvester di Desa Rias, Kecamatan Toboali, pada Selasa (15/10/2024) lalu. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kabupaten Bangka Selatan memiliki potensi besar sebagai penyangga kebutuhan pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

Semua itu dapat dibuktikan dengan komposisi luas panen terluas dari enam kabupaten yang ada. 

Dampaknya sangat signifikan terhadap peningkatan produktivitas hasil pertanian di daerah itu.

"Sampai tahun ini Kabupaten Bangka Selatan sudah swasembada, karena sudah bisa mencukupi kebutuhan seluruh penduduk di Bangka Selatan dengan produktivitas padi," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangka Selatan, Agung Rachmadi, Rabu (13/11/2024).

Ia mengemukakan, selama hampir dua tahun berturut-turut luas panen padi di Kabupaten Bangka Selatan terus bertambah. 

Pada tahun 2023, luas panen padi hanya mencakup lahan seluas 12.323 hektare sawah

Sementara pada tahun 2024 bertambah sebesar 3,80 persen atau 468 hektare menjadi 12.791 hektare sawah

Luasan tersebut menjadikan Kabupaten Bangka Selatan sebagai daerah pertama dengan luas lahan panen padi terluas, disusul Kabupaten Bangka dengan 2.974 hektare.

Dengan luasan tersebut produksi padi turut berimbas, di mana terjadi kenaikan sebesar 1.075 ton atau sebesar 1,87 persen. 

Pada tahun 2023 produksi padi mencapai 57.586 ton gabah kering giling (GKG), sedangkan pada tahun 2024 mencapai 58.661 ton GKG. 

Jika dikonversi menjadi beras, terjadi peningkatan sebesar 1,87 persen atau 637 ton. 

Pada tahun 2023, produksi beras mencapai 34.113 ton dan tahun 2024 menjadi 34.770 ton.

"Hasil ini menunjukkan kenaikan dibanding tahun sebelumnya untuk produksi beras. Terjadi kenaikan sekitar 1,87 persen dibanding tahun sebelumnya," jelas Agung Rachmadi.

Peningkatan produktivitas beras turut dipengaruhi dari intervensi program yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan

Satu di antaranya yakni program optimalisasi lahan seluas 6.600 hektare di 22 desa yang ada di tujuh kecamatan. 

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved