Breaking News

Berita Bangka Selatan

Tak Terima Dilerai saat Ribut dengan Pacar, Pekerja Kafe di Toboali Tikam Wanita Teman Kerjanya

Sambil berjalan miring, dengan punggung masih diperban, Selly Cantika melapor ke Polres Bangka Selatan bahwa ia korban penusukan

Tayang:
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Hendra
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
PELAKU PENIKAMAN - Heriyanto alias Heri (30) warga Kelurahan Tanjung Ketapang saat digiring anggota kepolisian ke ruang pemeriksaan Satreskrim Polres Bangka Selatan, Selasa (9/12/2025). Heri diduga telah melakukan penikaman terhadap Selly Cantika yang merupakan rekan kerjanya di Kafe Bhayangkara. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA – Seorang wanita pekerja Kafe Bhayangkara, Selly Cantika (24) warga Dusun Burak, Desa Bukit Terap, Kecamatan Tukak Sadai, melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polres Bangka Selatan, Kamis (4/12/2025) pagi.

Ia datang dengan punggung kanan yang masih diperban akibat luka tusuk, dan masih merasakan perih dari luka yang dialami akibat sabetan cerulit rekan kerjanya bernama Heriyanto alias Heri (30) warga Kelurahan Tanjung Ketapang.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bangka Selatan, Bripka M. Kurniawan mengatakan peristiwa itu terjadi pada Rabu (3/12/2025) sekitar pukul 21.30 Wib di Kafe Bhayangkara.

Selly Cantika diduga menjadi korban penikaman oleh Heriyanto alias Heri (30) warga Kelurahan Tanjung Ketapang. Seperti diketahui korban dan pelaku merupakan pegawai di kafe tersebut.

“Untuk saat ini terduga pelaku penikaman sudah kami amankan di Polres Bangka Selatan,” kata dia kepada Bangkapos.com, Selasa (9/12/2025).

Baca juga: Weliyanto Pencuri yang Bunuh Korbannya Melawan Warga dengan Parang, Akhirnya Tewas Diamuk Massa

Kurniawan membeberkan berdasarkan keterangan saksi-saksi, sebelum insiden pembacokan terjadi, pelaku terlibat pertengkaran dengan pacarnya di dalam kafe.

Suasana sempat memanas dan menarik perhatian pengunjung lainnya. Pada saat itu, korban Selly yang merupakan karyawan di kafe tersebut berusaha mendekat untuk melerai.

Namun langkah damai tersebut justru dibalas dengan tindakan brutal. 

Tanpa pikir panjang, Heri menggapai celurit sepanjang 28 sentimeter yang telah disimpan rapi di bawah meja bar, seolah sudah disiapkan untuk sesuatu yang lebih buruk.

Ayunan celurit itu menghantam punggung Selly, menembus kulit hingga menyebabkan darah mengucur deras. Satu tusukan yang cukup untuk membuat korban jatuh tersungkur dan menangis kesakitan.

Kaget melihat kondisi korban, kedua rekan korban segera meminta pengunjung lain mengevakuasi Selly ke rumah sakit.

Ironisnya, di tengah kekacauan itu, pelaku sempat mengatakan bahwa ia siap bertanggung jawab dan tidak keberatan bila dilaporkan ke polisi. Benar saja keesokan harinya korban langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Bangka Selatan.

“Korban ini mengalami luka tusuk sebanyak satu kali pada bagian punggung yang dilakukan oleh pelaku,” jelas Kurniawan.

Tidak butuh waktu lama bagi Unit PPA untuk bergerak. Pada Kamis (4/12/2025) sekitar pukul 17.00 Wib, polisi memeriksa Heri sebagai saksi.

Namun proses itu tak berlangsung lama. Saat Heri membuka suara dan mengakui aksi keji yang dilakukannya, penyidik langsung menggelar perkara. Hasilnya menetapkan Heri sebagai tersangka. 

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved