Pos Belitung Hari Ini

LIPSUS - Menanti Penghapusan Utang

Atas kondisi tersebut, diakui Lian mengakibatkan omzet usahanya menurun hingga 50 persen dalam setahun terakhir.

|
Editor: Novita
Dokumentasi Posbelitung.co
Pos Belitung Hari Ini edisi Senin, 18 November 2024 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Tangan wanita paruh baya itu telaten mengemas produk berlapis plastik standing pouch. 

Ditemani cucu yang duduk di sampingnya, dia fokus mengisi plastik berukuran 16x32 sentimeter dengan produk keripik tahu.

“Harus semangat, namanya juga usaha, tidak boleh lesu,” katanya kepada Bangka Pos Group, Selasa (12/11/2024).

Wanita itu adalah Lian (45), satu di antara pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Di tengah kondisi ekonomi yang sedang lesu, dia berusaha mempertahankan usaha keripik tahu yang sudah didirikan sejak 14 tahun lalu.

Tak sekadar giat bekerja, ibu satu ini juga melakukan upaya lain untuk mempertahankan usahanya. 

Di antaranya, dia meminjam dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke bank. Pinjaman itu digunakan untuk membangun rumah produksi baru.

“Iya, baru-baru ini lah saya coba minjem ke bank, minjem dana KUR. Jadi dananya dipakai buat modal bangun tempat produksi baru, karena  tempat lama itu lah usang, keropos, jadi mau dak mau kita bikin tempat baru,” kata Lian.

Diketahui, dana KUR yang ia pinjam lima bulan lalu ke salah satu bank nasional itu berjumlah sebesar Rp75 juta.

“Dari sebelum Idulfitri saya pinjam, jadi kita itu kredit sampai 5 tahun, sebulannya itu bayar Rp1,5 juta. Biar dak berat kita bayar, paham lah kan kondisi paceklik sekarang. Mending kita bayar dikit-dikit tapi kebayar, daripada bayar cepet tapi dak kebayar,” ujar Lian.

Omzet turun

Meski sudah mengantisipasi dengan mengambil kredit dalam angsuran kecil, namun tak disangka, kondisi ekonomi Babel yang masih lesu rupanya ikut menyulitkan Lian untuk mengembangkan usahanya hingga saat ini.

“Iya, kaget juga saya lihat setahun terakhir ini, kok bisa sampai lama habisnya. Kalau dulu kita produksi bisa lah dua kali seminggu. Cuma kalau sekarang, paling bisa sekali aja dalam seminggu, itu pun kalau habis semua,” ungkap Lian.

Atas kondisi tersebut, diakui Lian mengakibatkan omzet usahanya menurun hingga 50 persen dalam setahun terakhir.

“Sebenarnya lah cukup parah ya, cuma ya mau gimana lagi. Kondisi lagi macam ini, orang-orang pasti ngerem buat belanja,” ujar Lian.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved