Berita Pangkalpinang

Kasus HIV di Pangkalpinang Babel Meningkat Tiap Tahun, Tahun 2024 hingga Oktober Terdata 93 Kasus

Data Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat, jumlah pasien positif HIV terus meningkat setiap tahun.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Novita
Darwinsyah/Bangkapos.com
Ilustrasi HIV/AIDS - Kasus HIV di Pangkalpinang Babel Meningkat Tiap Tahun, Tahun 2024 hingga Oktober Terdata 93 Kasus 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Data Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat, jumlah pasien positif HIV terus meningkat setiap tahun.

Yakni dari 33 kasus pada tahun 2020, naik menjadi 36 kasus pada 2021. 

Lonjakan signifikan terjadi pada tahun 2022 dengan jumlah 68 kasus dan pada 2023 mencapai 105 kasus. 

Tahun 2024 juga menunjukkan tren peningkatan dengan angka sementara 93 kasus hingga Oktober.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr Tri Wahyuni, menjelaskan, bahwa pihaknya terus berupaya menekan penyebaran HIV melalui edukasi dan promosi tentang bahaya seks bebas, terutama kepada kelompok usia produktif, seperti pelajar. 

"Kami rutin melakukan skrining di tempat-tempat hiburan, puskesmas, dan Klinik Tulip di RSUD Depati Hamzah. Ada juga kasus yang ditemukan secara tidak sengaja atau berdasarkan laporan masyarakat," jelas dr Tri, Selasa (3/12/2024).

Selain itu, Dinkes Pangkalpinang juga bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pangkalpinang untuk melaksanakan skrining narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (Napza) sebagai bagian dari pencegahan HIV

Edukasi kepada masyarakat terus digencarkan guna meningkatkan kesadaran mengenai perilaku berisiko.

Dari sisi gender, data menunjukkan bahwa 70 persen kasus HIV di Kota Pangkalpinang dialami oleh laki-laki, sementara 23 persen adalah perempuan. 

Hal ini menjadi perhatian khusus bagi Dinkes dalam menyusun strategi pencegahan yang lebih efektif.

Sementara untuk pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) HIV, data menunjukkan tren peningkatan capaian realisasi dari tahun ke tahun. 

Pada 2020, target sebanyak 6.234 dengan realisasi 5.970 (95,8 persen). Pada 2021, realisasi mencapai 6.138 dari target 6.452 (95,1 persen). 

Capaian sempurna terjadi pada 2022 dan 2023 dengan realisasi mencapai target masing-masing 7.132 dan 7.073 (100 persen). 

Hingga Oktober 2024, realisasi mencapai 6.722 dari target 6.818 (98,6 persen).

"Upaya kami tidak hanya pada penanganan, tetapi juga pada pencegahan. Edukasi kepada generasi muda sangat penting untuk membangun kesadaran dan memutus rantai penyebaran HIV," tambah Tri.

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved