Berita Bangka Belitung

Cuaca Ekstrem Bulan Desember 2024 di Bangka Barat, Wisatawan Dingatkan Waspadai Ombak Besar

Cuaca ekstrem bulan Desember 2024 di wilayah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Tayang:
Editor: Kamri
Posbelitung.co/Yuranda
Pantai Batu Rakit Muntok di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

Kawasan pantai ini diperkirakan akan ramai saat malam pergantian tahun, termasuk hari Sabtu dan Minggu.

Pihak Polres Bangka Barat mengingatkan wisatawan yang akan berlibur ke pantai agar mewaspadai ombak besar mengingat kondisi cuaca ekstrem bulan Desember 2024.

Imbauan ini juga disampaikan dalam rangka pelaksanaan Operasi Lilin Menumbing 2024.

"Kami engimbau masyarakat yang berencana berwisata ke pantai untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk.

Khususnya ancaman ombak besar yang bisa membahayakan keselamatan," jelas Ardianis.

Diberitakan sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengimbau masyarakat mewaspadai bencana seperti banjir mengingat sedang dalam musim hujan.

"Memasuki musim hujan masyarakat kami imbau membersihkan selokan yang menggangu air mengalir khawatir menimbulkan genangan air.

Lalu juga kami himbau, agar dapat membuang sampah pada tempatnya agar tidak mampet dan menyebabkan banjir," kata Sekretaris BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Arie Primayaja.

Pihaknya juga memiliki Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Provinsi Bangka Belitung, serta nomor call center 117 yang bisa dihubungi oleh masyarakat.

"Kita kan slogannya 24+7 itu 24 jam selama 7 hari, berarti standby terus.

Kita juga punya call center kalau memang terjadi bencana, lalu disetiap kabupaten kota ada call centernya," katanya.

Baca juga: Kalender Januari 2025 Lengkap dengan Tanggal Merah dan Skema Libur Panjang Isra Miraj dan Imlek 2025

Pihaknya juga mengimbau nelayan untuk mewaspadai kondisi cuaca dikarenakan terjadi hujan cukup tinggi disertai petir yang membahayakan keselamatan.

"Itu juga perlu diwaspadai sehingga kawan-kawan yang nelayan, bisa melihat kondisi cuaca juga pada saat mereka bekerja," jelasnya.

Arie mengungkapkan setidaknya para nelayan yang ingin melaut, harus melihat terlebih dahulu kondisi cuaca perairan guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

"Untuk kawan-kawan nelayan beraktivitas, kalau curah hujan tinggi harus diwaspadai.

Kemudian masyarakat daerah aktivitas penambangan timah diimbau untuk lebih bijak dalam mengelola lahan untuk pertimahan, karena hutan adalah tempat penampungan air, jika hutan ditambah sehingga menyebabkan banjir," jelasnya.

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: Bangka Pos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved