Berita Pangkalpinang

Hipertensi Penyakit Paling Banyak Diderita di Pangkalpinang Sepanjang 2024, Setahun 14.646 Kasus

Hipertensi esensial menjadi penyakit paling banyak diderita masyarakat Kota Pangkalpinang sepanjang tahun 2024.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Novita
Steve Buissinne dari Pixabay
Ilustrasi pemeriksaan hipertensi - Hipertensi Penyakit Paling Banyak Diderita di Pangkalpinang Sepanjang 2024, Setahun 14.646 Kasus 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang mencatat terdapat sebanyak 14.646 kasus hipertensi esensial (primer) di Kota Pangkalpinang sepanjang Januari hingga Desember 2024.

Angka tersebut berdasarkan rekapitulasi dari seluruh puskesmas di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Hipertensi esensial menjadi penyakit paling banyak diderita masyarakat Kota Pangkalpinang sepanjang tahun 2024.

Selain hipertensi, penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) juga mendominasi.

Yakni sebanyak 11.244 kasus untuk kategori ISPA tak spesifik dan 10.340 kasus untuk nasofaringitis akut atau flu biasa.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Pangkalpinang, Tri Wahyuni, mengatakan,  hipertensi menjadi perhatian utama pemerintah karena dampaknya yang signifikan terhadap kesehatan masyarakat. 

"Kami terus mendorong upaya promotif dan preventif melalui kampanye hidup sehat, terutama untuk menekan prevalensi hipertensi di kota Pangkalpinang," ujarnya, Jumat (10/1/2025).

"Perubahan cuaca yang tidak menentu serta kebiasaan masyarakat yang kurang menjaga pola hidup sehat menjadi faktor utama tingginya kasus ISPA," tambah Tri.

Sementara, data lainnya menunjukkan bahwa dispepsia atau gangguan pencernaan berada di peringkat keempat dengan 7.726 kasus, diikuti oleh diabetes mellitus tipe 2 dengan 5.762 kasus. 

Penyakit-penyakit lain yang juga cukup banyak ditemukan antara lain myalgia (nyeri otot) dengan 3.932 kasus, nekrosis pulpa (3.210 kasus), dan penyakit jantung hipertensi (2.796 kasus).

Tri menjelaskan, bahwa banyaknya kasus penyakit kronis, seperti diabetes dan penyakit jantung hipertensi, mencerminkan perlunya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat. 

"Kami mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas dan memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia," kata Tri.

Sebagai langkah antisipatif, Dinas Kesehatan Pangkalpinang juga akan meningkatkan edukasi mengenai pola makan sehat, aktivitas fisik, dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

 Kampanye ini diharapkan dapat menekan angka kasus penyakit, terutama yang berkaitan dengan gaya hidup tidak sehat.

"Kami optimis, dengan kerjasama semua pihak, angka kasus ini dapat menurun di tahun mendatang. Kami juga berterima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan yang telah bekerja keras melayani masyarakat," tuturnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: Bangka Pos
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved