Skandal Risetcar
Prof Dwi Haryadi: Pengungkapan Dugaan Penipuan Risetcar Perlu Penelusuran Jejak Digital
Terkait kasus Risetcar, ia menilai kepolisian perlu melakukan pendalaman menyeluruh.
Penulis: Dede Suhendar | Editor: Teddy Malaka
POSBELITUNG.CO, BELITUNG --Maraknya tawaran investasi digital dengan iming-iming keuntungan besar dinilai berisiko menjadi jebakan.
Hal ini disampaikan Prof Dwi Haryadi, dosen Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung (UBB), menanggapi mencuatnya kasus dugaan penipuan investasi Risetcar yang menjerat puluhan warga Belitung.
Menurutnya, di era digital banyak platform menawarkan investasi dengan modal awal terjangkau.
Skema tersebut membuat masyarakat mudah tergiur karena dianggap tidak memberatkan.
Namun, pola yang sama sering berujung pada investasi bodong.
“Awalnya terlihat normal, ada pembagian hasil dan berjalan sesuai janji. Tetapi lambat laun banyak kasus yang ternyata scam. Masyarakat harus hati-hati karena iming-iming keuntungan berlipat ganda biasanya tidak rasional,” jelas Dwi Haryadi.
Terkait kasus Risetcar, ia menilai kepolisian perlu melakukan pendalaman menyeluruh.
Hal ini meliputi penelusuran legalitas dan izin usaha, mekanisme modal serta bagi hasil, hingga pihak yang bertanggung jawab di balik perusahaan.
Baca juga: Penuturan Korban Investasi Risetcar, Belum Sempat Untung Sudah Ditutup
“Tantangan terbesar investasi digital adalah menelusuri jejak digital, transaksi keuangan, hingga admin aplikasi yang terlibat. Tidak menutup kemungkinan skemanya abal-abal sehingga sulit dilacak. Tapi kalau terbukti legal, lalu ada oknum yang menyalahgunakan, maka individu tersebut yang harus dimintai pertanggungjawaban,” ujarnya.
Dwi menambahkan, pengungkapan kasus semacam ini membutuhkan waktu untuk mengumpulkan keterangan serta barang bukti.
Hasil penyelidikan nantinya akan menentukan apakah perkara masuk ranah pidana penipuan atau sebatas wanprestasi perdata.
Ia pun mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati sebelum menanamkan modal di investasi digital.
“Cek dan ricek legalitasnya, jangan mudah percaya dengan tawaran yang tidak masuk akal. Apalagi jika dijanjikan keuntungan tetap dalam jumlah besar,” tegasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/Dwi-Haryadi-2025.jpg)