600 Eks Karyawan Sawit CV MAL dan MHL di Bateng Tak Dapat Pesangon, Jadi Penyumbang Warga Miskin

Sekitar 600 mantan pegawai CV MAL dan PT MHL sampai saat ini belum mendapatkan pesangon

Tayang:
Penulis: Sepri Sumartono | Editor: Alza
Istimewa
Ilustrasi foto. Jajaran Polsek Sungaiselan menangkap para pelaku pencurian buah kelapa sawit di Dusun Sinarjaya, Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (17/1/2025). 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Sekitar 600 mantan pegawai CV MAL dan PT MHL sampai saat ini belum mendapatkan pesangon setelah beberapa lama diberhentikan perusahaan.

Terakhir, melalui DPMPTK Bateng pihak perusahaan pabrik kelapa sawit tersebut menyatakan belum bisa mengakomodir hak pesangon mantan pekerja meskipun dicicil.

Kepala Bappeda Bateng Joko Triadhi mengatakan, ratusan mantan pekerja itu bisa saja berpotensi menjadi kluster kemiskinan baru di Kabupaten Bangka Tengah.

"Potensi itu ada, tapi kita harus melihat apakah 600 ini betul murni masyarakat Bangka Tengah, karena nanti yang akan disurvei adalah penduduk Bangka Tengah," katanya, Selasa (28/1/2025).

Jika ratusan mantan pekerja pabrik kelapa sawit itu adalah masyarakat Bangka Tengah dan tidak ada pekerjaan maka akan mempengaruhi kenaikan angka kemiskinan.

Namun, tidak serta-merta ratusan mantan pekerja tersebut langsung menyebabkan kenaikan angka kemiskinan di Kabupaten Bangka Tengah.

Di sisi lain harus dilihat faktor lain terlebih dahulu, seperti apakah mantan pekerja masih mempunyai simpanan uang guna bertahan mencukupi kebutuhan sehari-hari.

"Kalau memang agak pas-pasan, pasti mereka akan turun ke garis kemiskinan.

Kami melihat profil kemiskinan di Bangka Tengah cenderung relatif," jelasnya.

Relatif yang dimaksud, bahwa masyarakat di Bangka Tengah berpenghasilan rata-rata mendekati garis kemiskinan yakni orang dengan pengeluaran di bawah Rp865 ribu per bulan.

"Masyarakat kita ini rata-rata pendapatannya berada di situ (Rp865 ribu), jadi istilahnya untuk menabung itu sudah susah, penghasilan betul-betul untuk konsumsi," katanya.

Hal tersebut tercermin dari daya beli masyarakat di Kabupaten Bangka Tengah yang sudah turun.

Joko Triadhi menilai, dengan dibayar atau tidaknya pesangon ratusan mantan pekerja CV MAL dan PT MHL juga merupakan faktor terbentuknya kluster kemiskinan yang baru.

"Bisa dipahami lah mengapa mereka menuntut pesangon itu.

Karena ya mungkin untuk mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari yang sudah sulit karena tidak ada pendapat lain dan tabungan," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved