Advetorial

PT Timah Terus Membangun Kemitraan Sehat antara Perusahaan dan Pekerja

Hubungan ini tumbuh dari komunikasi yang jujur, rasa saling percaya, dan komitmen untuk menghargai kontribusi setiap individu dalam organis

Tayang:
Editor: Hendra
Dokumentasi/PT Timah
Pekerja PT Timah 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Setiap pencapaian perusahaan pada dasarnya tidak pernah lepas dari peran manusia di dalamnya. Angka produksi yang meningkat dan inovasi yang terus berkembang merupakan hasil nyata dari kerja kolektif para pekerja.

Mereka bukan sekadar bagian dari sistem, tetapi merupakan inti dari keberlangsungan organisasi. Peringatan Hari Buruh menjadi momentum refleksi bahwa relasi antara perusahaan dan pekerja harus dibangun sebagai kemitraan yang saling memperkuat.

Dalam konteks bisnis modern, perusahaan mulai menyadari bahwa keberhasilan jangka panjang tidak hanya ditentukan oleh keuntungan, tetapi juga oleh tingkat kesejahteraan dan keterlibatan pekerja.

Oleh karena itu, hubungan industrial yang harmonis menjadi kunci. Hubungan ini tumbuh dari komunikasi yang jujur, rasa saling percaya, dan komitmen untuk menghargai kontribusi setiap individu dalam organisasi.

Direktur SDM PT TIMAH, Ratih Mayasari menyampaikan karyawan saat ini memiliki peran strategis sebagai pencipta nilai (value creator) bagi perusahaan.

Dalam industri pertambangan yang penuh risiko dan ketidakpastian, kontribusi karyawan dinilai tidak tergantikan oleh teknologi maupun aset.

"Karyawan dulu sering disebut aset. Tapi hari ini, mereka lebih dari itu, mereka adalah pencipta nilai utama. Teknologi dan aset bisa dibeli, tapi komitmen, integritas, dan keberanian bekerja di medan tambang yang penuh risiko hanya dimiliki oleh manusia yang namanya karyawan. Karena itu, karyawan bukan sekadar sumber daya, melainkan penentu nilai sebuah perusahaan," katanya.

Ratih menambahkan, di tengah dinamika bisnis, kesejahteraan karyawan juga harus dipandang secara komprehensif, tidak hanya dalam bentuk finansial, tetapi juga mencakup aspek sosial, keamanan kerja, hingga peluang pengembangan diri.

" Kesejahteraan bukan sekadar pemberian materi jangka pendek, melainkan bagaimana karyawan bisa tumbuh, meningkatkan kapasitas, dan meraih kehidupan yang lebih baik dalam artian sehat secara ekonomi, sosial, dan bermartabat," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa hubungan antara manajemen dan karyawan tidak boleh lagi dipandang sebagai dua entitas yang terpisah. Menurutnya, keberhasilan maupun tantangan perusahaan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dihadapi secara kolektif.
Hal ini dinilai penting untuk menciptakan hubungan industrial yang sehat dan produktif.

"Tidak boleh ada dikotomi. Tantangan perusahaan adalah tantangan bersama, begitu juga keberhasilan. Di sinilah pentingnya membangun kepercayaan melalui langkah nyata dan berkelanjutan,” jelasnya.

"Di momen May Day ini, saya berharap seluruh karyawan dan manajemen PT TIMAH Tbk merayakannya sebagai hari kebersamaan. Manajemen juga bagian dari pekerja, sehingga Hari Buruh harus menjadi titik awal untuk bersatu, menghadapi tantangan, dan bersama-sama mewujudkan harapan pemegang saham, yaitu negara Republik Indonesia," sambungnya.

Ketua Ikatan Karyawan Timah (IKT), Riki Febriansyah, menyampaikan bahwa pekerja merupakan kekuatan utama perusahaan sekaligus mitra strategis Perusahaan.

Ia menekankan pentingnya soliditas antara pekerja dan manajemen untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan peningkatan kesejahteraan karyawan serta keberlanjutan perusahaan.

“Tidak ada perusahaan tanpa pekerja, dan tidak ada pekerja tanpa perusahaan. Keduanya harus berjalan beriringan,” katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved