Pernak Pernik Imlek 2025 di Bangka Selatan Mulai Diburu, Omzet Turun 50 Persen

Beberapa hari belakangan toko pernak-pernik ramai dikunjungi warga guna membeli peralatan serta aksesori untuk menyambut tahun baru Imlek.

Tayang:
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Alza
Posbelitung.co/cepi
Seorang penjual pernak-pernik Imlek di Kota Toboali, Eka Wijaya ketika menyusun sejumlah peralatan ritual Imlek yang dijualnya, Selasa (28/1/2025). Menjelang Imlek tahun 2025 ini diakui dia omzet penjualan mengalami penurunan hingga 50 persen. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - H-1 menjelang tahun baru Imlek 2025 geliat perdagangan aksesori perlengkapan Imlek di Kota Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung mulai diburu warga etnis Tionghoa.

Beberapa hari belakangan toko pernak-pernik ramai dikunjungi warga guna membeli peralatan serta aksesori untuk menyambut tahun baru Imlek.

Sementara itu omzet pedagang justru mengalami penurunan cukup signifikan.

Seorang penjual pernak-pernik Imlek, Eka Wijaya mengatakan meski tokonya mulai ramai didatangi pembeli penjualan pernak-pernik justru mengalami penurunan.

Bahkan dirinya mengalami penurunan omzet sejak hampir dua tahun terakhir.

Penurunan pendapatan bahkan mencapai 50 persen jika dibandingkan tahun 2024 silam.

Sebelumnya omzet penjualan pernak pernik bisa mencapai Rp20.000.000, kini turun menjadi Rp10.000.000.

“Penjualan tahun 2025 ini menurun dari pada tahun 2024 kemarin.

Omzet biasanya mencapai Rp15 juta sampai Rp20 juta,” kata dia kepada posbelitung.co, Selasa (28/1/2025).

Eka Wijaya menyebut biasanya dua pekan sebelum perayaan Imlek banyak warga keturunan Tionghoa yang mendatangi tokonya.

Namun pada tahun ini pembeli baru datang menjelang H-7 sampai H-2 sebelum perayaan Imlek.

Meski begitu, barang-barang yang diburu warga tidak sebanyak pada tahun lalu.

Dirinya menduga, sepinya pembeli pada tahun ini dipengaruhi oleh ekonomi Bangka Belitung yang lesu.

Seperti diketahui saat ini harga komoditas timah yang menjadi penopang ekonomi warga harganya sedang jatuh.

Belum lagi ditambah adanya kasus Mega korupsi tata niaga timah yang terjadi sejak beberapa tahun terakhir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved