Berita Pangkalpinang
Jelang Ramadhan 2025, Harga Cabai Rawit di Pangkalpinang Babel Masih Tinggi, Daya Beli Meningkat
Menjelang bulan Ramadhan 1446 Hijriah/2025 Masehi, harga cabai rawit di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, masih tinggi.
Penulis: Sela Agustika | Editor: Novita
POSBELITUNG.CO, BANGKA - Menjelang bulan Ramadhan 1446 Hijriah/2025 Masehi, harga cabai rawit di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, masih tinggi.
Sedangkan harga sejumlah jenis bumbu dapur lainnya terbilang normal.
Yuli, seorang pedagang di Pasar Air Itam Kota Pangkalpinang, menyebut harga cabai rawit lokal masih mencapai Rp90.000 per kilogram.
Sedangkan harga cabai rawit dari Palembang Rp75.000 per kilogram.
"Untuk bumbu dapur seperti bawang merah harganya masih normal Rp34 ribu per kilogram, bawang putih Rp40 ribu, cabai merah normal, tetapi cabai rawit lokal mencapai Rp90 ribu per kilogram, sedangkan cabai rawit dari Palembang Rp75 ribu per kilogram," kata Yuli, Senin (17/2/2025).
Menurut dia, tingginya harga cabai disebabkan oleh faktor cuaca yang memengaruhi pasokan.
Selain itu, harga cabai memang diakui cenderung fluktuatif. Meski demikian, ia memastikan stok bumbu dapur tetap aman.
Sebagian besar komoditas tersebut didatangkan dari luar daerah, seperti bawang, wortel, kentang, dan cabai.
"Secara keseluruhan, harga bumbu dapur sekarang memang masih tinggi, untuk stok sudah normal," imbuh Yuli.
Menjelang bulan suci Ramadhan 2025, ia menyebut mulai merasakan peningkatan daya beli masyarakat.
Namun, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, kondisi pasar masih cenderung sepi.
Mulai meningkatnya daya beli ini juga diakui pedang lainnya, Lena.
Dia menyebut harga bumbu dapur ini juga mulai stabil.
"Kalau yang belanja kita lihat mulai ada peningkatan sedikit. Harga juga mulai normal, hanya cabai rawit yang masih tinggi saat ini," tutur Lena.
(Bangkapos.com/Sela Agustika)
Ramadhan 2025
harga cabai rawit
Kota Pangkalpinang
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Posbelitung.co
| Malpraktik Disidik, Pasien Usus Buntu Meninggal Setelah Pontang-panting Cari RS di Pangkalpinang |
|
|---|
| Gotong Royong Rutin, Pemkot Pangkalpinang Sasar Titik Penumpukan Sampah |
|
|---|
| Peringati Hardiknas 2026, Wali Kota Pangkalpinang Tekankan Penguatan SDM Unggul Melalui Pendidikan |
|
|---|
| Pemkot Pangkalpinang Peringati Hardiknas 2026, Tekankan Pendidikan Berbasis Kasih dan Teknologi |
|
|---|
| Bisnis Angkringan di Pangkalpinang Menggiurkan, Paling kecil Untung Rp 500.000 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20241029-Cabai-rawit-yang-dijual-di-Pangkalpinang.jpg)