Makan Bergizi Gratis di Belitung

Makan Bergizi Gratis Perdana di Belitung Sempat Diwarnai Ketidaksesuaian Data Sasaran dan Penerima

Program makan bergizi gratis (MBG) perdana di SMP Negeri 7 Tanjungpandan, Belitung, sempat menghadapi kendala.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
Posbelitung.co/Dede Suhendar
MAKAN BERGIZI GRATIS - Peluncuran perdana program makan bergizi gratis (MBG) di SMP Negeri 7 Tanjungpandan, Kabupate Belitung, Senin (17/2/2025). Pelaksanaan program MBG di Kabupaten Belitung ini merupakan yang pertama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Program makan bergizi gratis (MBG) perdana yang berlangsung di SMP Negeri 7 Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sempat menghadapi kendala.

Lantaran terdapat ketidaksesuaian jumlah sasaran yang berbeda dengan jumlah riil keseluruhan siswa di sekolah tersebut.

Diketahui bahwa pada data sasaran terdapat 571 sasaran.

Padahal, ada sebanyak 574 siswa yang tercatat sesuai dengan data pokok pendidikan (dapodik) di sekolah tersebut.

Kepala SMP Negeri 7 Tanjungpandan, Subandi, mengatakan, bahwa empat hari sebelum pelaksanaan, tim survei memang sempat memastikan jumlah data sasaran.

Secara lisan, ia pun telah menyampaikan bahwa terdapat 574 siswa di sekolah tersebut.

"Kebetulan saya yang paraf di situ. Mungkin salah input atau gimana, sehingga muncullah angka 571. Jadi sudah kami konfirmasi, karena kesalahan bukan ada di kami, kesalahannya ada di mereka, nanti mereka perbaiki," kata Subandi, Senin (17/2/2025). 

Meski begitu, tak ada permasalahan dalam pelaksanaan MBG perdana.

Lantaran dari penyedia telah melebihkan lima porsi dari jumlah sasaran atau sebanyak 576 porsi.

Selain itu, ada sebanyak 22 siswa yang tidak masuk dikarenakan sakit.

Ia pun berharap, pelaksanaan program MBG ke depannya dapat berlangsung lancar dan tidak ada kendala dalam proses distribusi.

Sementara itu, perwakilan dari Penyedia MBG sebagai Mitra Badan Gizi Nasional (BGN), Maulana, mengatakan, tidak sesuainya data jumlah sasaran dan jumlah siswa ini memang terjadi karena saat proses verifikasi tim survei dengan kepala sekolah.

"Tapi itu sih sebenarnya secara teknis tidak masalah. Nanti kan setiap hari dievaluasi serta koordinasi dengan pihak sekolah," ujar Maulana.

Ia menambahkan, kurangnya jumlah porsi tersebut akan segera ditambahkan pada proses verifikasi pertama.

Nantinya juga akan ditindaklanjuti juga dengan nota kesepahaman (MoU) dengan pihak sekolah, termasuk mengenai pemakaian ompreng, kehilangan, kerusakan, dan lainnya.

Pelaksanaan program MBG di Kabupaten Belitung ini merupakan kegiatan perdana yang berlangsung di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved