Makan Bergizi Gratis di Belitung

Program MBG Dimulai, Kepala SMP Negeri 7 Tanjungpandan Belitung Harap Tak Ganggu Proses Pembelajaran

SMP Negeri 7 Tanjungpandan menjalankan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) perdana di Kabupaten Belitung, yang berlangsung mulai Senin (17/2/2025).

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
MAKAN BERGIZI GRATIS - Para siswa SMP Negeri 7 Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengangkat ompreng atau tempat makan berisi menu makan siang pada program MBG yang mulai berlangsung pada Senin (17/2/2025). SMP Negeri 7 Tanjungpandan menjalankan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) perdana yang berlangsung mulai Senin (17/2/2025). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - SMP Negeri 7 Tanjungpandan menjalankan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) perdana di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang berlangsung mulai Senin (17/2/2025).

Kepala SMP Negeri 7 Tanjungpandan, Subandi, menyampaikan bahwa meskipun pelaksanaan program ini bisa memengaruhi waktu belajar, mereka berupaya agar dampaknya tidak signifikan.

Program ini dijadwalkan pada waktu istirahat kedua, sekitar 45 menit, yang diharapkan cukup untuk menyelenggarakan distribusi makan tanpa mengganggu jam pelajaran.

"Untuk hari ini, Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Kami berharap ke depan distribusinya tidak menemui kendala," ujar Subandi.

Menurutnya, pihak sekolah berharap bahwa pengantaran makanan dapat seutuhnya dilakukan oleh penyedia MBG dan tidak banyak melibatkan guru, karena guru sudah memiliki beban mengajar dan lainnya. 

Pelaksanaan program MBG perdana ini memang terkesan mendadak. 

Subandi menyebut bahwa sebelum peluncuran (launching) program MBG perdana, koordinasi yang dilakukan sebelumnya sebatas memastikan data oleh surveyor empat hari lalu. 

Disusul pertemuan pada Sabtu (15/2/2025) malam di rumah dinas bupati. 

Makanya, pihak sekolah pun baru mempersiapkan launching sejak pagi hari dengan melibatkan tim untuk memastikan kelancaran acara.

"Alhamdulillah semuanya terkejar, karena kerjanya tim, jadi tidak terasa berat," ujarnya. 

Meski telah melaksanakan program MBG perdana, pihak sekolah belum sempat mendata siswa yang memiliki alergi makanan atau kondisi tertentu. 

Hal itu lantaran keterbatasan waktu dan komunikasi yang baru dilakukan melalui grup WhatsApp dengan orang tua.

"Kami akan segera mendata ini bersama wali kelas untuk menghindari potensi masalah kesehatan," tambah Subandi.

Dengan evaluasi yang terus berjalan, diharapkan program MBG dapat berjalan efektif tanpa mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah. 

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved