Ramadhan 1446 H

Waktu Terbaik untuk Salat Tahajud dan Tata Caranya

Doa-doa tersebut bisa dibaca ketika sujud, setelah membaca shalawat pada tasyahud akhir, atau ketika selesai sholat.

Editor: Teddy Malaka
dok Sripoku
Ilustrasi - salat tahajud biasanya dilakukan di sepertiga malam. Inilah waktu yang tepat 

POSBELITUNG.CO - Salat Tahajud merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan, terutama bagi mereka yang ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Waktu pelaksanaannya adalah setelah salat Isya hingga sebelum masuk waktu Subuh.

Namun, waktu terbaik untuk melaksanakan salat Tahajud adalah pada sepertiga malam terakhir, sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, Tirmidzi, dan Ibnu Majah dari Jabir.

Salat Tahajud dapat dilakukan secara berjamaah ataupun sendirian (HR. Muslim dari Ibnu ‘Abbas).

Sebelum memulai, disunnahkan untuk mendahului dengan salat iftitah dua rakaat (HR. Muslim, Ahmad, dan Abu Daud dari Abu Hurairah).

Jumlah rakaat salat Tahajud biasanya mencapai sebelas rakaat, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat al-Bukhari dari Aisyah.

Namun, ada beberapa cara dalam pelaksanaannya:

  • Empat rakaat + empat rakaat + tiga rakaat witir (4 + 4 + 3 = 11 rakaat) (HR. al-Bukhari dari Aisyah).
  • Dua rakaat iftitah + dua rakaat + dua rakaat + dua rakaat + dua rakaat + dua rakaat + satu rakaat witir (2 + 2 + 2 + 2 + 2 + 2 + 1 = 13 rakaat) (HR. Muslim dari Aisyah).

Pada dasarnya jumlah rakaat salat tahajud, salat witir, qiyamu Ramadhan, dan qiyamu lail adalah sama, yaitu sebelas rakaat (Berdasarkan HR. al-Bukhari dari ‘Aisyah).

Namun demikian, berikut tata cara salat tahajud sebagai berikut:

Waktu pelaksanaannya adalah setelah sholat isya sampai sebelum waktu shubuh. (Berdasarkan HR. al-Bukhari dan Muslim dari ‘Aisyah).

 Tetapi yang paling baik adalah pada sepertiga akhir malam (berdasarkan HR. Ahmad, Muslim, Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Jabir).

Membaca do’a.

Di antara  do’a-do’a yang dibaca Rasulullah Saw. adalah:

Berdasarkan hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu ‘Abbas:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي بَصَرِي نُورًا وَفِي سَمْعِي نُورًا وَعَنْ يَمِينِي نُورًا وَعَنْ يَسَارِي نُورًا وَفَوْقِي نُورًا وَتَحْتِي نُورًا وَأَمَامِي نُورًا وَخَلْفِي نُورًا وَاجْعَلْ لِي نُورًا.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved