Berita Belitung

SLB Negeri Tanjungpandan Terima 9 Laptop Chromebook, Diprioritas Status Sekolah Penggerak

Chromebook tersebut langsung dikirim ke sekolah dan hingga kini masih digunakan untuk berbagai keperluan

Tayang:
Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Kamri
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
LAPTOP CHROMEBOOK - Siswa SLB Negeri Tanjungpandan di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggunakan laptop chromebook, Rabu (16/7/2025). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - SLB Negeri Tanjungpandan menerima sembilan unit laptop Chromebook pada 2022 tanpa melalui proses pengajuan.

Sekolah hanya dikabari akan mendapat bantuan karena berstatus sebagai sekolah penggerak.

“Dulu kami hanya diberi tahu akan mendapat bantuan.

Tidak mengajukan apa pun. Katanya sekolah penggerak diprioritaskan,” kata Kepala SLB Negeri Tanjungpandan, Rhama Duniati kepada Posbelitung.co, Rabu (16/7/2025).

Chromebook tersebut langsung dikirim ke sekolah dan hingga kini masih digunakan untuk berbagai keperluan.

Seperti pembelajaran harian, mencari materi, menonton video pembelajaran, Zoom, serta pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

Saat ini, seluruh unit masih dalam kondisi baik.

Laptop disimpan di lemari penyimpanan dan digunakan bergantian oleh kepala sekolah, guru, dan siswa.

“Bermanfaat karena ukurannya kecil dan mudah dibawa.

Sejauh ini tidak ada yang rusak karena memang dijaga,” ujarnya.

Baca juga: Kondisi Terkini Laptop Chromebook di SLB Belitung Timur, Ada yang Tak Bisa Booting

Meski begitu, tak ada sosialisasi menyeluruh terkait penggunaan perangkat.

“Kami tidak diajari cara pakainya.

Hanya ada sosialisasi soal akun belajar.id.

Untuk lainnya, kami belajar sendiri,” sambung operator sekolah, Rizki Nugraha.

Menurutnya, perangkat Chromebook ini berbeda dari laptop pada umumnya.

Hal ini lantaran laptop Chromebook ini tidak memiliki Microsoft Office.

Selain itu, laptop ini dan hanya bisa digunakan untuk mengetik melalui layanan Google.

Namun, penggunaan akun belajar.id juga tak lepas dari kendala.

Beberapa guru atau siswa terkadang kesulitan mengakses karena lupa kata sandi.

Meski demikian, seluruh warga sekolah sudah terbiasa mengoperasikan perangkat.

Padahal awalnya mereka bingung lantaran laptop ini memiliki sistem yang berbeda.

“Awalnya memang bingung karena sistemnya beda, tapi lama-lama terbiasa karena belajar sendiri,” katanya. 

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved