Cuaca Bangka Belitung

Cuaca Bangka Belitung Terasa Panas di Pangkalpinang, BMKG Ungkap Indikator Klimatologis

angkalpinang saat ini baru mencatat dua dasarian berturut-turut dengan curah hujan di bawah ambang itu.

Tayang:
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Kamri
Bangkapos.com/Andiri Dwi Hasanah
CUACA BANGKA BELITUNG - Cuaca cerah berawan menyelimuti wilayah Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (24/7/2025). BMKG menyatakan wilayah Pangkalpinang saat ini belum secara resmi memasuki musim kemarau. 

POSBELITUNG.CO - Cuaca wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terutama di Pangkalpinang saat ini terasa panas pada pagi hingga malam hari.

Hujan yang sempat mengguyur Kota Pangkalpinang beberapa pekan terakhir saat ini mulai jarang turun.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan wilayah Pangkalpinang belum secara resmi memasuki musim kemarau.

Indikator klimatologis menyebutkan musim kemarau ditandai curah hujan di bawah 50 milimeter selama tiga dasarian berturut-turut (satu dasarian = 10 hari).

Pangkalpinang saat ini baru mencatat dua dasarian berturut-turut dengan curah hujan di bawah ambang itu.

"Masih perlu satu dasarian lagi untuk bisa dikatakan resmi memasuki musim kemarau.

Namun tren ke arah itu sudah mulai terlihat," ungkap Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Depati Amir Pangkalpinang, Annisa Nindi, Kamis (24/7/2025)

Ia menjelaskan secara umum dinamika atmosfer di wilayah Indonesia, khususnya Bangka Belitung dalam beberapa hari terakhir terpantau cukup kondusif.

"Gelombang atmosfer seperti Equatorial Rossby, Kelvin, dan Madden Julian Oscillation (MJO) tidak terdeteksi aktif di sekitar wilayah Bangka Belitung.

Selain itu, tidak ada pola belokan angin (shearline) maupun konvergensi yang memicu pembentukan awan hujan di wilayah ini," jelas Annisa.

Baca juga: Cuaca Bangka Belitung Hari Ini 22 Juli 2025, Tanjungpandan Cerah, 3 Kota di Bangka Hujan Ringan

Ia mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan sporadis yang bersifat lokal, terutama pada siang hingga sore hari.

"Cuaca panas tidak menutup kemungkinan terjadinya hujan lokal yang bersifat sporadis.

Ini masih bisa terjadi karena dinamika cuaca terus berubah. Kami terus melakukan pemantauan intensif," katanya.

BMKG mengimbau masyarakat agar mulai melakukan penghematan air dan mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kondisi kering.

"Kami mengajak masyarakat mengurangi penggunaan bahan-bahan yang dapat memercikkan api, terutama di kawasan hutan atau lahan yang mudah terbakar.

Pantau terus informasi cuaca terkini melalui media sosial resmi kami atau aplikasi Info BMKG," kata Annisa.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved