Thailand vs Kamboja

Perang Kamboja vs Thailand Sebabkan Korban Jiwa, Warga Harap Bisa Segera Damai

Konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja yang telah berlangsung selama empat hari menelan korban jiwa sebanyak 30 orang.

Penulis: Lisa Lestari | Editor: Teddy Malaka

POSBELITUNG.CO - Konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja yang telah berlangsung selama empat hari menelan korban jiwa sebanyak 30 orang.

Dari jumlah tersebut, 13 di antaranya adalah warga sipil Thailand dan delapan lainnya berasal dari Kamboja.

Menurut laporan Reuters, lebih dari 200.000 orang telah dievakuasi dari kawasan perbatasan kedua negara akibat eskalasi kekerasan.

Kementerian Pertahanan Kamboja menyebutkan bahwa pada Minggu pagi, Thailand melancarkan serangan darat dan menembaki sejumlah titik di perbatasan.

Bahkan, artileri berat dilaporkan menghantam kompleks kuil bersejarah yang terletak di area sengketa.

Meskipun pemerintah kedua negara menunjukkan sikap keras terhadap konflik, sikap warga sipil justru berbeda.

Warga Thailand menyuarakan harapan agar perang segera dihentikan dan hubungan damai dengan Kamboja dapat terjalin kembali.

Awal mula konflik ini dipicu oleh insiden tewasnya dua warga sipil Thailand di wilayah perbatasan.

Sebagai balasan, militer Thailand meluncurkan serangan udara terhadap target-target militer di Kamboja menggunakan jet tempur pada Kamis pagi, 24 Juli 2025.

Dua provinsi di Kamboja telah menjadi sasaran serangan dari militer Thailand, sementara puluhan desa di wilayah Thailand juga dievakuasi.

Kedutaan Besar Thailand di Phnom Penh telah mengeluarkan imbauan bagi warganya untuk segera meninggalkan wilayah Kamboja.

Kedua pihak saling menyalahkan atas siapa yang lebih dulu melepaskan tembakan dalam konflik yang berpusat di wilayah perbatasan sengketa.

Mantan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, menyebut bahwa dua provinsi di negaranya telah mengalami serangan dari militer Thailand.

Sementara itu, menurut sumber dari pemerintah Kamboja yang dikutip AFP, bentrokan kembali terjadi pada Kamis pagi di area sekitar dua kuil yang berada di perbatasan provinsi Surin (Thailand) dan Oddar Meanchey (Kamboja).

Seorang tentara Thailand terlihat berjaga ketika sejumlah warga Kamboja mengunjungi kuil kuno yang menjadi sengketa, Prasat Ta Muen Thom.(*)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved