Thailand vs Kamboja
Buntut Konflik Dengan Kamboja, Thailand Alami Kerugian Negara Rp 5 Triliun
Pemerintah Thailand memperkirakan kerugian awal akibat konflik bersenjata yang berlangsung selama lima hari dengan Kamboja.
Penulis: Lisa Lestari | Editor: Teddy Malaka
POSBELITUNG.CO - Pemerintah Thailand memperkirakan bahwa kerugian awal akibat konflik bersenjata yang berlangsung selama lima hari dengan Kamboja telah melampaui angka 10 miliar baht, atau sekitar Rp 5 triliun.
Angka ini belum mencakup kerugian ekonomi jangka panjang seperti terganggunya aktivitas perdagangan dan distribusi barang di kawasan perbatasan.
Menteri Keuangan Thailand, Pichai Chunhavajira, menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan dana awal sebesar 25 miliar baht (sekitar Rp 12 triliun) guna menangani kerusakan infrastruktur serta memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Meski begitu, ia mengakui bahwa anggaran tersebut kemungkinan belum mencukupi untuk menutup seluruh kebutuhan.
Konflik ini ditandai dengan penggunaan senjata berat seperti roket, dan berlangsung di sekitar kawasan cagar budaya yang menjadi sengketa kedua negara.
Sedikitnya 35 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara lebih dari 270.000 warga terpaksa mengungsi.
Kedua pihak saling menyalahkan atas pecahnya konflik, namun kemudian sepakat untuk menggelar dialog damai.
Perdana Menteri Kamboja Hun Manet dan Pelaksana Tugas Perdana Menteri Thailand Phumtham Wechayachai akhirnya bertemu dalam perundingan yang dimediasi Malaysia di Putrajaya, Senin (28/7/2025), dan berhasil mencapai kesepakatan gencatan senjata.
Sebagai upaya pemulihan, Kementerian Keuangan Thailand telah mengumumkan serangkaian kebijakan bantuan ekonomi.
Bank-bank milik negara akan memberikan kemudahan seperti penundaan pembayaran utang, pinjaman dengan bunga rendah, opsi pembiayaan ulang (refinancing), dan pembebasan biaya administrasi.
Selain itu, pemerintah juga memperkenalkan insentif pajak, termasuk perpanjangan waktu pelaporan dan pembayaran pajak hingga bulan September.
Ada pula potongan pajak hingga 100.000 baht (sekitar 50 juta rupiah) untuk biaya perbaikan rumah dan 30.000 baht (sekitar 15 juta rupiah) untuk kendaraan.
Untuk penanganan di tingkat daerah, pemerintah pusat telah mengalokasikan dana sebesar 100 juta baht bagi masing-masing provinsi terdampak, dengan kemungkinan penambahan dana sesuai dengan kebutuhan di lapangan.(*)