Video Belitung

Cuaca Buruk, Harga Ikan dan Sayur Naik, Inflasi Belitung 1,41 Persen

Cuaca buruk berdampak langsung terhadap kenaikan harga sejumlah komoditas di Kabupaten Belitung.

Penulis: Ilham Pratama | Editor: Teddy Malaka

POSBELITUNG.CO - Cuaca buruk berdampak langsung terhadap kenaikan harga sejumlah komoditas di Kabupaten Belitung.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 1,41 persen secara bulanan (month to month) pada Juli 2025.

Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga pada komoditas utama seperti ikan bulat, daging ayam ras, dan angkutan udara.

Kepala BPS Kabupaten Belitung, Baiq Kurniawati, menyampaikan bahwa ikan bulat memberikan andil inflasi tertinggi sebesar 0,23 persen.

Disusul daging ayam ras yang menyumbang 0,17 persen dan angkutan udara sebesar 0,14 persen.

“Ikan bulat mengalami inflasi karena hasil tangkapan nelayan berkurang di sejumlah pasar,” kata Baiq.

Ia menjelaskan berkurangnya hasil tangkapan disebabkan angin kencang dan gelombang laut yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

Daging ayam ras juga mengalami kenaikan harga dalam tiga bulan terakhir secara berturut-turut.

Sementara itu, komoditas sayuran seperti kangkung ikut mengalami inflasi akibat hasil panen yang sedikit.

Cuaca yang tidak menentu membuat produksi pertanian menurun, sehingga terjadi lonjakan harga yang cukup signifikan.

Kelompok transportasi juga mencatat inflasi sebesar 1,34 persen dengan andil 0,17 persen.

Angkutan udara menjadi penyumbang utama dari kelompok ini yang memberi tekanan terhadap tingkat inflasi pada Juli 2025.

Secara tahunan (year on year), inflasi Kabupaten Belitung tercatat sebesar 2,67 persen.

Angka ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di posisi 1,25 persen.

Komoditas yang berkontribusi terhadap inflasi tahunan meliputi daging ayam ras, ikan bulat, dan ikan kerisi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved