Kapal Nelayan Pecah di Laut

Pria Asal Lombok 4 Hari Terdampar di Bagan Laut Bangka Pasca KM Oselan Dihantam Gelombang 

Hamzah mendapat pertolongan pertama lantaran sejak Jumat (15/8/2025) lalu terdampar di bagan.

|
Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Kamri
Dok. Tim SAR Pangkalpinang
EVAKUASI NELAYAN - Tim SAR Gabungan mengevakuasi Hamzah dari bagan di perairan Tuing, Desa Mapur, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (18/8/2025) sore. 

POSBELITUNG.CO - Hamzah, pria asal Lombok, Nusa Tenggara Barat empat hari terdampar di sebuah bagan di perairan Tuing, Mapur, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Tubuhnya pun saat dibopong oleh Tim SAR Pangkalpinang pada Senin (18/8/2025) sore.

Ia sempat diberi secangkir minuman hangat dan tubuhnya dibersihkan.

Ia mendapat pertolongan pertama lantaran sejak Jumat (15/8/2025) lalu terdampar di bagan.

Hamzah sempat terombang-ambing di laut Bangka berbekal peralatan seadanya lantaran kapal nelayan KM Oselan yang dia tumpangi pecah dihantam gelombang.

Pria berumur 41 tahun itu berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dari Kantor SAR Pangkalpinang, Dit Polairud Polda Babel, BPBD Bangka dan sejumlah nelayan setelah mendapat informasi adanya peristiwa laka laut tersebut.

Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, I Made Oka Astawa mengemukakan proses pencarian awak KM Oselan itu menggunakan kapal KN SAR Karna dan Helikopter jeni Helly BO 105/P-1102 milik Polda Bangka Belitung.

Korban yang terdampar di bagan dijemput menggunakan rubber boat atau perahu karet milik Polres Bangka Tengah.

"Untuk pencarian hari ini Tim SAR Gabungan melakukan pencarian dengan luas area pencarian 418 Nautical Mile persegi dengan metode pencarian secara visual di atas permukaan air,” kata Oka.

Baca juga: Zulkifli Nelayan Desa Kurau Mati Mesin di Laut Belatok, Tim SAR Berhasil Evakuasi

Pencarian dimulai pulul 12.10 WIB siang tadi dan langsung menuju lokasi ditemukannya.

Hamzah rencananya akan di evakuasi ke rumah sakit terdekat.

“Untuk Helly BO 105 / P-1102 pencarian (8 korban lainnya-red) di mulai pukul 16.10 dan sampai saat ini pencarian belum membuahkan hasil.

Selanjutnya akan kami laksanakan debriefing (briefing ulang) dan perencanaan Operasi SAR untuk keesokan harinya." ungkapnya.

Diinformasikan sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Pangkalpinang menerima informasi kecelakaan kapal KM Oselan yang pecah dikarenakan cuaca buruk dan tenggelam di perairan karang Mardalena Pulau Gelasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Informasi tersebut diterima dari Afen pada pukul 11.27 WIB.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved