Video

VIDEO: Tangis Kapten KM Osela Pecah Saat Istri Datang ke RS Bhayangkara

Suasana haru menyelimuti ruang rawat inap RS Bhayangkara Polda Babel pada Rabu (20/8/2025), ketika Hamzah, kapten kapal KM Osela

Penulis: Ilham Pratama | Editor: Alza

POSBELITUNG.CO - Suasana haru menyelimuti ruang rawat inap RS Bhayangkara Polda Babel pada Rabu (20/8/2025), ketika Hamzah, kapten kapal KM Osela, bertemu kembali dengan sang istri.

Setelah beberapa hari terpisah karena tragedi tenggelamnya kapal di Perairan Karang Mardalena, utara Pulau Gelasa, akhirnya mereka kembali bersua.

Tangis keduanya pecah begitu sang istri masuk ke ruang perawatan dan langsung memeluk Hamzah dengan erat.

“Ya Allah, Pak,” ucap sang istri lirih sembari menahan tangis.

Hamzah yang masih terbaring lemah dengan selang infus di tangannya hanya mampu membalas pelukan itu dengan penuh syukur.

“Iya, Mak. Untung selamat. Alhamdulillah anak kita juga sudah ditemukan dalam kondisi sehat,” ujarnya terbata-bata.

Wajah Hamzah terlihat pucat dan lesu, menandakan dirinya belum sepenuhnya pulih dari peristiwa yang hampir merenggut nyawanya.

Meski fisiknya mulai membaik, ia mengaku masih sering dihantui trauma akibat kapal yang ia nahkodai dihantam ombak besar pada Jumat (15/8/2025) dini hari.

“Kalau malam, tidur tidak nyenyak. Masih terbayang-bayang suasana ketika kapal dihantam ombak. Kadang suara ombak itu masih terdengar di telinga,” ungkap Hamzah dengan suara lirih.

Tragedi itu membuatnya selalu teringat akan nasib enam orang Anak Buah Kapal (ABK) yang hingga kini masih dinyatakan hilang.

Hamzah menuturkan bahwa dirinya bersyukur setelah dua ABK ditemukan selamat oleh tim penyelamat pada Selasa (19/8/2025).

“Syukur alhamdulillah, dua orang sudah selamat. Tapi pikiran saya masih ke enam ABK yang belum ditemukan. Mereka saudara saya. Saya berharap semuanya bisa segera ditemukan dalam kondisi hidup,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan rasa lega karena anaknya, yang ikut berlayar bersama KM Osela, berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.

“Anak saya dan satu ABK sudah ditemukan, itu membuat saya sedikit tenang. Tapi hati saya tetap resah karena masih enam orang lagi yang belum ketahuan kabarnya,” katanya penuh harap.

Hamzah kemudian menceritakan sedikit tentang pekerjaannya sebagai nelayan.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved