Sri Mulyani Sebut Guru Beban Negara, Ternyata Menkeu Korban Deepfake, Ini Artinya

Ramai baru-baru ini soal ucapan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyebut guru sebagai beban negara.

Editor: Alza
Dok. Humas Kementerian Keuangan RI
PERNYATAAN SRI MULYAN - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama para siswa SMA Negeri 1 Tanjungpandan di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (8/10/2024). Sri Mulyani membuat heboh usai video dirinya menyebut guru beban negara viral, yang ternyata hoaks. 

POSBELITUNG.CO - Ramai baru-baru ini soal ucapan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyebut guru sebagai beban negara.

Pernyataan itu beredar dalam potongan video, yang memperlihatkan Sri Mulyani berbicara di podium.

Sontak beredarnya video itu, menimbulkan kontroversi luas karena dianggap merendahkan profesi guru

Reaksi publik beragam menanggapi pernyataan Sri Mulyani tersebut.

Kementerian Keuangan langsung memberikan klarifikasi resmi.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu RI, Deni Surjantoro, menegaskan Sri Mulyani tidak pernah menyebut guru sebagai beban negara.

Menurutnya, video yang beredar merupakan hasil manipulasi teknologi atau deepfake yang dipadukan dengan potongan pidato yang tidak utuh.

“Faktanya, Menteri Keuangan tidak pernah menyatakan guru adalah beban negara,” tegas Deni dalam keterangan tertulis, Selasa (19/8/2025).

Ia menjelaskan, video tersebut diduga diedit dari pidato Sri Mulyani dalam Forum Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia yang berlangsung di ITB pada 7 Agustus 2025.

Deni meminta masyarakat tidak langsung percaya pada konten yang beredar di media sosial tanpa memastikan kebenarannya.

“Marilah kita bijak dalam bermedia sosial,” ujarnya.

Fenomena deepfake memang menjadi tantangan baru di era digital.

Deepfake adalah konten video, audio, atau gambar yang diciptakan menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk meniru ucapan atau tindakan seseorang.

Teknologi ini memanfaatkan jaringan saraf tiruan yang mampu mempelajari pola wajah, suara, maupun gerak tubuh dari data asli.

Hasilnya, video deepfake bisa terlihat sangat meyakinkan sehingga sulit dibedakan dari rekaman nyata.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved