Pasien Cuci Darah Rasakan Manfaat Program JKN BPJS Kesehatan Tanpa Kendala Biaya
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Penulis: Dede Suhendar | Editor: M Ismunadi
POSBELITUNG.CO, BELITUNG — Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Hal itu tergambar dari pengalaman sejumlah pasien hemodialisa di RSUD dr. H. Marsidi Judono Belitung yang menyampaikan testimoni tentang kemudahan akses layanan dan kualitas pelayanan yang mereka terima.
Para pasien mengaku pelayanan tenaga medis maupun petugas administrasi di rumah sakit berlangsung baik, ramah, dan tidak membeda-bedakan peserta BPJS dengan pasien umum.
Mereka juga menekankan bahwa program JKN sangat membantu meringankan beban biaya terapi yang harus dijalani secara rutin.
Salah satunya Bayu Prasetyo, warga Tanjung Pandan, yang terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung.
Bayu mulai menjalani cuci darah secara rutin sejak 2023, setelah sebelumnya menjalani perawatan inap di sebuah rumah sakit di Yogyakarta.
Hingga kini, seluruh layanan hemodialisa yang ia terima berjalan tanpa masalah.
“Seminggu dua kali saya harus cuci darah. Semua ditanggung BPJS Kesehatan, tidak pernah ada kendala,” ujarnya.
Testimoni serupa disampaikan Anton, peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Mandiri kelas 3, yang sudah menjalani terapi hemodialisa sejak 2018.
Dengan iuran bulanan sebesar Rp35.000, ia mengaku seluruh layanan rawat jalan maupun cuci darah yang diterimanya selalu berjalan baik tanpa tambahan biaya apa pun.
“Selama dirawat di rumah sakit Marsidi ini, baik rawat jalan maupun cuci darah, tidak pernah ada tambahan biaya. Pelayanannya sama saja untuk semua pasien, petugas administrasi dan medis juga sangat ramah,” kata Anton.
Mizawati, keluarga pasien sekaligus peserta PBI, turut merasakan manfaat besar dari program JKN.
Selama lima tahun mendampingi suaminya menjalani hemodialisa, ia menyadari bahwa biaya terapi cuci darah tanpa jaminan kesehatan bisa menjadi beban besar.
“Kalau dipikir, biaya cuci darah ini besar. Satu kali bisa Rp1,3 juta. Seminggu dua kali, sebulan bisa Rp10–11 juta yang harus kami keluarkan. Dengan terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, semua gratis dan tidak pernah diminta biaya. Kami benar-benar terbantu dengan adanya Program JKN,” tutur Mizawati.
Para pasien dan keluarga berharap kualitas layanan di RSUD dr. H. Marsidi Judono serta komitmen BPJS Kesehatan dapat terus dipertahankan.
Mereka menilai keberlanjutan pelayanan sangat penting bagi masyarakat yang membutuhkan terapi jangka panjang seperti hemodialisa, agar tetap bisa mengakses layanan kesehatan tanpa hambatan finansial maupun administrasi. (*/E6/Posbelitung.co/Dede S)
| Fasilitas Baru Diresmikan, Bupati Belitung Target Layanan RSUD Berstandar Internasional |
|
|---|
| Finalis Duta Muda BPJS Kesehatan 2025 Dikukuhkan untuk Gerakkan Literasi dan Edukasi Program JKN |
|
|---|
| RSUD Marsidi Judono Gelar Forum Konsultasi Publik Demi Optimalisasi Layanan Pendaftaran Pasien |
|
|---|
| Resmi Jabat Direktur RSUD Marsidi Judono, Dokter Gultom Tak Ingin Janji Muluk |
|
|---|
| Gemy Nial Gantikan Dokter Gultom Jabat Kepala UPT Puskesmas Badau |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20251128_Pasien-Cuci-Darah-Belitung.jpg)