Advetorial

Program Kemunting PT TIMAH Tbk Perkuat Upaya Pencegahan Stunting di Babel dan Kepri

Dalam pelaksanaannya, PT TIMAH Tbk bekerja sama dengan AIMI Bangka Belitung guna memastikan setiap kegiatan berbasis edukasi dan tepat

Tayang:
Editor: Hendra
Dokumentasi/PT Timah
PT TIMAH Tbk melaksanakan Program Kegiatan Menurunkan Stunting (Kemunting) untuk meningkatkan kualitas gizi keluarga dan mencegah masalah stunting pada anak. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Komitmen PT TIMAH Tbk dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia diwujudkan melalui Program Kegiatan Menurunkan Stunting (Kemunting), sebuah inisiatif kolaboratif yang berfokus pada peningkatan kualitas gizi keluarga dan pencegahan stunting sejak dini.

Program Kemunting dirancang untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi seimbang melalui edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita.

Sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Kemunting telah dijalankan sejak 2023 di wilayah operasional PT TIMAH Tbk, khususnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Kepulauan Riau.

Program ini menyasar pelajar, ibu hamil, balita, hingga kader kesehatan sebagai agen perubahan di tingkat komunitas. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun kemandirian keluarga dalam menjaga kesehatan dan gizi anak secara berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, PT TIMAH Tbk bekerja sama dengan AIMI Bangka Belitung guna memastikan setiap kegiatan berbasis edukasi dan tepat sasaran, sejalan dengan visi menciptakan generasi sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Selain itu PT TIMAH Tbk juga bekerja sama dengan Pemerintah Daerah, Kelompok masyarakat dan juga Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk melaksanakan program penanganan stunting.

Pada tahun 2024, PT Timah Tbk merealisasikan Program Kemunting melalui kegiatan sosialisasi dan pemberian makanan tambahan di enam desa, yakni: Desa Tanjung Ratu dan Desa Rebo, Desa Ria, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu,Desa Paku, Desa Lumut, Kecamatan Belinyu, Desa Cupat, Kecamatan Parittiga.

Kegiatan ini menyasar ibu dan anak sebagai kelompok paling rentan terhadap risiko stunting, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya asupan gizi sejak dini.

Tahun 2025, PT TIMAH Tbk terus memperluas jangkauan Program Kemunting melalui sejumlah kegiatan strategis, antara lain: Sosialisasi pencegahan stunting bagi pelajar di Asrama Pemali Boarding School, Desa Pemali, Peningkatan kemampuan ibu-ibu dalam menyiapkan makanan sehat berbasis pangan lokal di Lingkungan Nelayan II Sungailiat.

Selain itu juga digelar pelatihan peningkatan kapasitas pendamping kader kesehatan di Wilayah Sungai Selan dan pemberian paket makanan tambahan bagi anak-anak penderita stunting. Kolaborasi dengan Dinas BKKBN melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) bagi keluarga berisiko stunting di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Melalui Program Kemunting, PT TIMAH Tbk tidak hanya berfokus pada penanganan jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi jangka panjang dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Program ini sejalan dengan komitmen PT TIMAH Tbk untuk tumbuh bersama masyarakat, tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga kesehatan dan kesejahteraan sosial.

Departement Head Corporate Communication PT TIMAH Tbk Anggi Siahaan menyatakan bahwa Program Kemunting bukan sekadar kegiatan jangka pendek, tetapi bagian dari kontribusi berkelanjutan perusahaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Perusahaan terus berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan stunting dan peningkatan status gizi masyarakat. Program Kemunting diarahkan agar dapat membangun ketahanan gizi di tingkat keluarga secara mandiri," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BKKBN Babel, Fajar Sentosa mengapresiasi dukungan PT TIMAH Tbk dalam mendukung penurunan angka stunting di daerah. Menurutnya, meski prevalensi stunting di Babel mengalami penurunan. Kendati demikian masih butuh dukungan dari berbagai pihak masih sangat dibutuhkan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved