Rismon Takut Ditangkap Hingga Akhirnya Minta Maaf Pada Jokowi

Rismon sempat mengungkapkan ketakutan dirinya soal isu akan ditangkap polisi.

|
Editor: Hendra
Dok istimewa/kolase Tribunnews
ROY SURYO DAN RISMON - Ahli digital forensik Rismon Sianipar resmi meminta maaf kepada Jokowi dan mengajukan RJ setelah mengakui ijazah sang Presiden adalah asli berdasarkan penelitian ulang selama dua bulan. Di sisi lain, Roy Suryo menegaskan tetap pada simpulan awal bahwa ijazah tersebut palsu dan enggan dikaitkan dengan sikap Rismon. 

"Temuan saya sebelumnya yang telah melukai, membuat commotion (kegaduhan) dalam perkembangan kita akhir-akhir ini melukai keluarga Pak Jokowi dan Pak Jokowi, saya sebagai peneliti menyatakan minta maaf secara gentleman kepada keluarga Bapak Jokowi," katanya.

Rismon menjelaskan bahwa kesalahan penelitiannya terkait dengan watermark dan emboss pada ijazah Jokowi.

Dia menegaskan, berdasarkan penelitian ulang yang dilakukannya, dua komponen tersebut terbukti ada pada ijazah eks Gubernur DKI Jakarta itu.

"Bahwa memang apa yang saya analisa dan miss di situ yaitu terkait watermark dan terutama emboss, itu memang ada di dalam dokumen tersebut."

"Saya uji dengan gradien analysis dan uji-uji lainnya dan metodologi yang sama dalam buku JWP tetapi dengan melibatkan variabel translasi, rotasi, maupun pencahayaan akibat objek yang kita analisa itu terpengaruh oleh sejumlah operasi geometri, maka temuan-temuan itu saya temukan dengan teliti dan saya uji ulang selama dua bulan ini," jelasnya.

Melalui hasil temuan barunya itu, Rismon pun menyatakan bahwa ijazah Jokowi asli.

"(Temuan barunya) membuktikan bahwa permasalahan authenticity atau keaslian dokumen (ijazah Jokowi) itu secara digital forensik menjadi tidak terbukti dan menyanggah temuan saya di buku Jokowi's White Paper meskipun menggunakan puluhan metodologi-metodologi yang sama," jelasnya.

Rismon mengungkapkan kesalahan dalam penelitian yang dilakukannya menjadi wujud bahwa dunia akademik yakni selalu ada pembaharuan atau ongoing, progresif, dan bisa "melukai" periset.

Di sisi lain, dia mengatakan temuan barunya itu kini telah disampaikan kepada penyidik Polda Metro Jaya pada Rabu (11/3/2026).

Pada akhir pernyataannya, Rismon menegaskan penelitian tentang ijazah Jokowi yang dilakukannya selama ini tidak mengandung motif politis,

Ia mengatakan apa yang dilakukannya murni karena keingintahuannya semata sebagai peneliti.

"Apa yang saya lakukan murni ilmiah tanpa motivasi politik, tanpa motivasi apa pun. Murni hanya karena rasa ingin tahu saya sebagai peneliti di bidang digital image processing pada awal tahun 2025," katanya.

Rismon Ajukan Restorative Justice

Selain mengakui ijazah Jokowi asli, Rismon juga mengajukan permohonan keadilan restoratif atau restorative justice kepada Polda Metro Jaya.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanudin mengatakan permohonan tersebut diajukan Rismon sejak pekan lalu.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved