Rismon Takut Ditangkap Hingga Akhirnya Minta Maaf Pada Jokowi

Rismon sempat mengungkapkan ketakutan dirinya soal isu akan ditangkap polisi.

|
Editor: Hendra
Dok istimewa/kolase Tribunnews
ROY SURYO DAN RISMON - Ahli digital forensik Rismon Sianipar resmi meminta maaf kepada Jokowi dan mengajukan RJ setelah mengakui ijazah sang Presiden adalah asli berdasarkan penelitian ulang selama dua bulan. Di sisi lain, Roy Suryo menegaskan tetap pada simpulan awal bahwa ijazah tersebut palsu dan enggan dikaitkan dengan sikap Rismon. 

"Adapun silaturahmi ini bertujuan untuk mendiskusikan polemik yang berkepanjangan dan menyita perhatian publik sekian lama serta meluruskan hal-hal yang ada di buku ini langsung ke sumbernya, yaitu Bapak Joko Widodo," katanya saat membacakan surat tersebut.

Mikael mengatakan tulisan surat tersebut lantas dikirimkan kepada Rismon melalui pesan singkat sebelum dikirimkan kepada Jokowi.

Setelah itu, Rismon lantas menyetujuinya dan meminta agar langsung dikirimkan ke mantan Wali Kota Solo tersebut.

"Itu saja di-print langsung tanda tangani. Suratnya sudah cukup seperti itu, cukup nggak ada yang mau lae (saya) koreksi. Jokowi nggak suka surat panjang, dia nggak suka baca," kata Mikael membacakan balasan dari Rismon.

Namun, Mikael mengatakan surat tersebut berujung tidak dikirimkan kepada Jokowi setelah dirinya meminta pendapat dari berbagai pihak.

Rismon Akui Ijazah Jokowi Asli

Sebelumnya, pernyataan mengejutkan disampaikan oleh Rismon melalui sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Balige Academy pada Rabu (11/3/2026).

Setelah kerap menyatakan ijazah Jokowi palsu, kini Rismon menyebut ijazah milik mantan Wali Kota Solo itu adalah asli.

Adapun hal itu dinyatakannya melalui penelitian ulang yang dilakukannya dalam dua bulan terakhir.

Mulanya dia menyebut bahwa hasil penelitiannya yang tertuang pada buku Jokowi's White Paper bersama dengan Roy Suryo dan Tifa memiliki kesalahan.

Namun, Rismon menegaskan hanya hasil penelitiannya saja yang mengandung kesalahan.

Dia mengungkapkan penelitian yang dilakukannya tidak bergantung pada hasil riset yang dilakukan oleh Roy maupun Tifa.

"Oleh karena independensi tersebut, maka saya sebagai peneliti secara terbuka mengatakan ada koreksi-koreksi akibat data yang lengkap, akibat rotasi, atau translasi, atau resolusi pada data yang saya uji," katanya.

"Oleh karena itu, sebagai peneliti yang bertanggung jawab terhadap kebenaran yakni kebenaran ilmiah, seorang peneliti harus bersandar pada objektivitas dalam temuan-temuan dalam kerja-kerja ilmiahnya," sambungnya.

Dengan kesalahan tersebut, Rismon pun meminta maaf kepada Jokowi atas tuduhannya selama ini.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved