Berita Belitung

Sejarah Bangunan Eks Sekolah Kuomintang, Pernah Jadi Kantor Pengadilan hingga Sekolah

Tokoh Masyarakat Tiong Hua Belitung, Ayie Gardiansyah menceritakan kisah keberadaan bangunan eks Sekolah Kuomintang

Tayang:
Penulis: Dede Suhendar | Editor: Hendra
Posbelitung.co/Dede Suhendar
Penampakan bangunan eks Sekolah Kuomintang yang berlokasi di depan Belitung Mampau Food Court, Jalan Sriwijaya, Kecamatan Tanjungpandan, Belitung pada Jumat (26/12/2025). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Wacana perobohan bangunan eks Sekolah Kuomintang yang terletak tepat di depan Belitung Mampau Food Court menuai pro dan kontra di media sosial. 

Banyak komentar pro kontra nitizen terkait nasib bangunan yang terletak di Jalan Sriwijaya, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. 

Posisi bangunan putih yang sudah tidak utuh itu, memang menutupi bangunan Belitung Mampau Food Court. 

Dari sisa bangunan di bagian depan, tidak lagi tergambar jika di tempat itu dulunya bangunan sekolah. 

Dari depan hanya, terdapat dinding beton dengen lebar sekitar 10 meter yang diapit dua jendela kayu dan pintu yang sudah bolong. 

CAGAR BUDAYA -- Objek Diduga Cagar Budaya sisa bangunan eks Sekolah Kuomintang yang sudah sejak tahun 1940-an di Jalan Sriwijaya, Tanjungpandan, Belitung tercancam dirobohkan.
CAGAR BUDAYA -- Objek Diduga Cagar Budaya sisa bangunan eks Sekolah Kuomintang yang sudah sejak tahun 1940-an di Jalan Sriwijaya, Tanjungpandan, Belitung tercancam dirobohkan. (Posbelitung.co)

Di pintu masuk kendaraan, terdapat dua tiang beton yang terukir tulisan aksara Cina. 

"Itu dulunya Sekolah Kuomintang. Dulu di Cina itu ada dua partai yaitu komunis dan kuomintang, lalu pecah yang komunis jadi daratan, kuomintang jadi Taiwan," ujar Tokoh Masyarakat Tiong Hua Belitung, Ayie Gardiansyah pada Jumat (26/12/2025). 

Ia menuturkan pada polemik sekitar 1940-an itu, akhirnya dimenangkan Partai Komunis. 

Kondisi iini berdampak pada perantau Cina di berbagai negara termasuk Indonesia. 

Dampaknya, sekolah yang diakui pada masa itu hanya yang berafiliasi dengan Cina. 

"Di sini ada SDN 1 dan 2 serta Sekolah Kian Siin. Sekolah Kuomintang ini tutup, sementara diamankan di Bakosanasda pada zaman itu," katanya. 

Kemudian, pengelolaan bangunan itu diambil alih pemerintah dsn sempat dimanfaatkan menjadi kantor. 

Diantaranya Kantor Pengadilan Negeri, Kantor Camat Tanjungpandan dan Kantor KONI di bagian belakang. 

Sedangkan sekolahnya dibuka menjadi sekolah pemerintah yaitu SMP 2 Tanjungpandan. 

"Saya dulu sekolah SMP di situ, kepala sekolahnya Pak Jasan. Makanya terkenal sekolahnya Pak Jasan, tahun 1970an," kata Ayie. 

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved